Bikin Aplikasi Gak Cuma Soal Coding, 5 Hal Ini Sering Terlewat
Banyak orang mulai belajar mobile development karena ingin bisa bikin aplikasi sendiri. Ada yang ingin membuat startup, ada juga yang sekadar ingin menambah portofolio. Akhirnya, mereka langsung mencari tutorial, menulis kode, lalu mencoba membuat fitur satu per satu. Padahal, bikin aplikasi tidak berhenti di proses coding. Kalau kamu hanya fokus menulis kode tanpa memikirkan hal lain, pengguna belum tentu merasa nyaman saat memakai aplikasi yang kamu buat. Banyak aplikasi sebenarnya sudah berjalan dengan baik, tetapi tetap gagal menarik perhatian pengguna. Penyebabnya sering kali bukan bahasa pemrograman atau framework yang mereka pilih. Justru, banyak pengembang mengabaikan beberapa hal penting sehingga pengguna merasa bingung, aplikasi berjalan lambat, atau pengalaman memakai aplikasi menjadi kurang menyenangkan. Sebelum aplikasi selesai kamu bangun, pastikan lima hal berikut sudah ikut kamu pikirkan. 1. Bikin Aplikasi Dimulai dari Memahami Pengguna Sebelum mulai membuat halaman demi halaman, tentukan dulu siapa yang akan memakai aplikasi tersebut. Setiap pengguna memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi sesuaikan fitur yang kamu buat dengan kebutuhan mereka. Misalnya, aplikasi untuk mahasiswa tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan aplikasi untuk pemilik usaha atau anak sekolah. Semakin kamu memahami calon pengguna, semakin mudah juga kamu menentukan fitur yang benar-benar mereka butuhkan. Jangan langsung menambahkan banyak fitur hanya karena terlihat menarik. Mulailah dengan mencari tahu masalah apa yang ingin pengguna selesaikan melalui aplikasi tersebut. Cara ini membantumu membuat aplikasi yang lebih bermanfaat sekaligus menghindari fitur yang jarang pengguna pakai. 2. Bikin Aplikasi dengan Navigasi yang Sederhana Pengguna tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk mencari letak sebuah tombol. Karena itu, susun navigasi yang sederhana agar pengguna langsung memahami cara memakai aplikasi sejak pertama kali mereka membukanya. Letakkan menu di posisi yang mudah mereka jangkau, gunakan nama menu yang jelas, lalu jaga alur setiap halaman agar tetap konsisten. Langkah sederhana seperti ini akan membuat pengguna lebih cepat memahami cara menggunakan aplikasi. Saat merancang navigasi, coba bayangkan dirimu sebagai pengguna baru. Buka aplikasi tanpa mengingat proses pembuatannya, lalu lihat apakah kamu bisa berpindah dari satu halaman ke halaman lain tanpa merasa bingung. Kalau kamu sendiri masih harus berpikir terlalu lama, berarti kamu perlu menyederhanakan navigasinya. Baca juga: Flutter atau React Native? Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula 3. Perhatikan Performa Aplikasi Banyak pemula terlalu fokus menambahkan fitur sampai lupa memperhatikan performa aplikasi. Akibatnya, aplikasi terasa lambat saat dibuka atau membutuhkan waktu terlalu lama untuk memuat data. Pengguna biasanya langsung meninggalkan aplikasi seperti ini karena mereka menginginkan pengalaman yang cepat dan responsif. Mulailah mengoptimalkan gambar, memangkas proses yang menghambat performa, lalu memuat data secara efisien. Kamu juga bisa menguji aplikasi pada beberapa perangkat dengan spesifikasi berbeda. Dengan cara itu, kamu dapat mengetahui apakah aplikasi tetap berjalan lancar untuk lebih banyak pengguna. 4. Lakukan Testing Sebelum Aplikasi Dipublikasikan Setelah berhasil menyelesaikan semua fitur, jangan langsung merilis aplikasinya. Uji kembali setiap bagian sebelum pengguna mencobanya. Luangkan waktu untuk mencoba setiap halaman, setiap tombol, dan setiap alur yang ada di dalam aplikasi. Semakin sering kamu melakukan testing, semakin cepat juga kamu menemukan kesalahan yang mungkin belum terlihat saat proses pengembangan. Kalau memungkinkan, mintalah teman atau orang lain mencoba aplikasi tersebut. Biarkan mereka menggunakan aplikasi tanpa arahan, lalu perhatikan bagian mana yang membuat mereka berhenti atau merasa bingung. Dari situ, kamu bisa menemukan banyak masukan yang mungkin tidak pernah kamu sadari sebelumnya. 5. Dengarkan Masukan Pengguna Setelah aplikasi mulai digunakan, jangan langsung menganggap pekerjaanmu selesai. Justru pada tahap inilah kamu akan menerima banyak masukan yang bisa membantu mengembangkan aplikasi menjadi lebih baik. Dengarkan komentar pengguna, catat masalah yang sering mereka alami, lalu tentukan perbaikan yang paling penting untuk dikerjakan lebih dulu. Banyak aplikasi besar terus berkembang karena tim pengembang rutin mendengarkan kebutuhan penggunanya. Kamu juga bisa menerapkan kebiasaan yang sama sejak proyek pertama. Dengan begitu, setiap pembaruan yang kamu lakukan benar-benar memberikan manfaat dan bukan sekadar menambah fitur baru. Jadi, Coding Hanya Salah Satu Bagiannya Kalau kamu ingin bikin aplikasi yang benar-benar membuat pengguna betah, jangan hanya mengandalkan kemampuan coding. Pahami kebutuhan mereka, susun navigasi yang jelas, jaga performa aplikasi, lakukan testing, lalu dengarkan setiap masukan setelah mereka mencoba aplikasi tersebut. Kelima hal tersebut akan membuat aplikasi yang kamu bangun terasa lebih matang sekaligus menunjukkan bahwa kamu tidak hanya mampu menulis kode, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman yang nyaman bagi pengguna.
