Jangan Sampai Ketinggalan! 5 Plugin VS Code yang Bikin Coding Lebih Cepat
Web Development

5 Plugin VS Code yang Bikin Coding Lebih Cepat

Kalau kamu sering coding pakai Visual Studio Code, plugin VS Code bisa membantu membuat pekerjaan terasa lebih praktis. Mulai dari melengkapi kode secara otomatis, menemukan error, sampai mengatur tampilan editor, ada banyak plugin yang bisa kamu manfaatkan. Buat kamu yang masih belajar web development, beberapa plugin bahkan bisa menghemat waktu saat mengerjakan proyek. Nah, VS Code punya ribuan extension atau plugin yang bisa membantu kamu menyelesaikan pekerjaan seperti itu. Kamu bisa memasang plugin langsung melalui Extension Marketplace, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan proyek yang sedang kamu kerjakan. Jadi, daripada melakukan pekerjaan yang sama berulang kali, kamu bisa membiarkan beberapa plugin membantu mempercepat workflow coding-mu. Tapi, jangan sampai karena melihat banyak pilihan, kamu malah memasang puluhan plugin sekaligus. Terlalu banyak ekstensi bisa membuat VS Code terasa penuh dan kamu justru kesulitan menentukan mana yang benar-benar berguna. Kalau kamu masih pemula, coba mulai dari beberapa plugin VS Code yang memang punya fungsi praktis seperti lima pilihan berikut. 1. Prettier untuk Merapikan Kode Pernah selesai menulis kode, lalu melihat hasilnya berantakan karena jarak, indentasi, atau penempatan barisnya nggak konsisten? Kalau iya, Prettier bisa membantu merapikan kode secara otomatis. Plugin ini berfungsi sebagai code formatter yang menata kode berdasarkan aturan format yang sudah kamu tentukan. Prettier mendukung berbagai bahasa dan format, termasuk JavaScript, TypeScript, HTML, CSS, JSON, dan Markdown. Prettier – Code formatter di VS Code Marketplace Misalnya, kamu sedang membuat halaman website dan kode HTML-mu mulai panjang. Daripada mengatur indentasi dan jarak setiap elemen satu per satu, kamu cukup menjalankan perintah Format Document untuk merapikannya. Kamu juga bisa mengaktifkan format on save sehingga Prettier langsung menjalankan format ketika kamu menyimpan file. Buat pemula, kebiasaan seperti ini bisa membuat kode lebih rapi sekaligus menghemat waktu saat mengerjakan proyek. 2. Plugin VS Code untuk Menjalankan Website dengan Live Server Saat belajar HTML dan CSS, kamu mungkin sering melakukan satu hal yang cukup membosankan: menyimpan kode, membuka browser, lalu melakukan refresh untuk melihat perubahan. Kalau proses itu kamu ulang berkali-kali, pekerjaan kecil tadi bisa terasa cukup mengganggu. Live Server menawarkan cara yang lebih praktis dengan menjalankan website melalui local development server dan menyediakan fitur live reload. Live Server di VS Code Marketplace Cara kerjanya cukup sederhana. Setelah memasang plugin, kamu bisa menjalankan halaman website dari VS Code menggunakan tombol Go Live. Ketika kamu mengubah kode dan menyimpannya, browser dapat memperbarui tampilan secara otomatis. Misalnya, kamu sedang mengatur warna tombol, ukuran teks, atau jarak antarbagian halaman. Kamu bisa langsung melihat hasil perubahan tersebut tanpa harus terus-menerus melakukan refresh secara manual. 3. ESLint untuk Membantu Menemukan Masalah Kode Kode yang berjalan belum tentu sudah tertata dengan baik. Saat membuat proyek JavaScript, kamu bisa saja melakukan kesalahan penulisan, menggunakan pola kode yang kurang sesuai, atau membuat bagian tertentu yang berpotensi menimbulkan masalah. ESLint membantu kamu menemukan masalah seperti ini langsung dari editor sehingga kamu bisa memperbaikinya sebelum kesalahan tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih besar. ESLint di VS Code Marketplace Misalnya, kamu sedang membuat proyek JavaScript dan VS Code menunjukkan tanda pada bagian kode tertentu. Kamu bisa mengarahkan kursor ke bagian tersebut untuk melihat informasi mengenai masalahnya. Dari sana, kamu bisa memeriksa kembali kode dan menentukan perbaikan yang sesuai. Cara ini juga bisa membantu kamu belajar karena kamu nggak hanya melihat bahwa kode memiliki masalah, tetapi bisa memahami bagian mana yang perlu kamu perhatikan. Baca juga: Gak Perlu Bayar! 5 Cara Deploy Website Gratis Buat Pemula 4. Auto Rename Tag Biar Nggak Salah Edit HTML Kalau kamu sering menulis HTML, kamu pasti sudah nggak asing dengan pasangan opening tag dan closing tag. Masalahnya, ketika struktur HTML mulai panjang, mencari tag pasangannya bisa cukup merepotkan. Apalagi kalau kamu ingin mengganti <div> menjadi <section> dan harus mengubah tag pembuka serta penutupnya secara manual. Auto Rename Tag bisa membantu pekerjaan tersebut. Ketika kamu mengubah salah satu tag HTML atau XML, plugin ini akan ikut mengubah pasangan tag-nya. Auto Rename Tag di VS Code Marketplace Bayangkan kamu punya struktur HTML dengan banyak elemen yang bertumpuk. Kamu ingin mengubah satu bagian dari <div> menjadi <article>, tetapi tag penutupnya berada cukup jauh dari bagian yang sedang kamu edit. Dengan Auto Rename Tag, kamu cukup mengubah salah satunya dan plugin akan menyesuaikan pasangannya. Fitur ini memang sederhana, tetapi cukup membantu ketika kamu mulai mengerjakan halaman dengan struktur yang lebih kompleks. 5. Plugin VS Code untuk Memahami Perubahan Kode dengan GitLens Kalau kamu mulai belajar Git, kamu mungkin pernah bertanya-tanya siapa yang mengubah sebuah baris kode, kapan perubahan tersebut terjadi, atau apa yang sebenarnya berubah dari versi sebelumnya. GitLens bisa membantu kamu melihat informasi tersebut langsung dari VS Code. Plugin ini menambahkan berbagai fitur Git ke dalam editor sehingga kamu bisa memahami riwayat perubahan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. GitLens di VS Code Marketplace Fitur seperti ini akan terasa semakin berguna ketika kamu mulai mengerjakan proyek bersama orang lain. Misalnya, kamu menemukan bagian kode yang tiba-tiba berubah dan ingin mengetahui siapa yang melakukan perubahan tersebut. Kamu bisa melihat informasi Git langsung dari editor dan menelusuri riwayatnya. Dari sini, kamu juga bisa mulai memahami bahwa pekerjaan web developer nggak berhenti pada menulis kode, tetapi juga mencakup cara mengelola dan bekerja sama dalam sebuah proyek. Jangan Asal Pasang Banyak Plugin VS Code Setelah melihat lima pilihan tadi, mungkin kamu langsung ingin memasang semuanya. Sebenarnya nggak masalah selama setiap plugin memang punya fungsi yang kamu butuhkan. Namun, jangan memasang ekstensi hanya karena melihatnya muncul dalam daftar rekomendasi. Coba pikirkan dulu masalah apa yang paling sering kamu temui saat coding, lalu cari plugin yang bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut. VS Code sendiri menyediakan Extension Marketplace untuk membantu pengguna mencari ekstensi berdasarkan fungsi dan kebutuhan mereka. Misalnya, kamu sering merasa kode berantakan setelah selesai menulis, mulai dari Prettier. Kalau kamu sering membuat halaman HTML, Live Server dan Auto Rename Tag bisa membuat pekerjaan terasa lebih praktis. Saat mulai mengerjakan JavaScript, kamu bisa mencoba ESLint untuk membantu menemukan masalah pada kode. Setelah mulai menggunakan Git, GitLens bisa menjadi pilihan untuk memahami perubahan dalam proyek. Jadi, kamu nggak perlu mengejar jumlah plugin yang terpasang, cukup pilih yang benar-benar membantu workflow-mu. Coding Lebih Cepat Dimulai dari