Apa Itu Elementor? Simak Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Hingga Cara Instalasinya
Jika kamu masih pemula dalam dunia WordPress, mengetahui apa itu elementor merupakan hal paling mendasar dalam bidang ini. Karena elementor merupakan tools yang sangat penting dan pastinya akan memudahkan kamu mendesain website berbasis WordPress. Yuk, simak artikel ini sampai akhir agar kamu lebih mengenal apa itu elementer. Apa itu Elementor? Banyak orang berpikir bahwa bikin website harus memiliki pengetahuan dasar seputar HTML, CSS, PHP, JavaScript dan sejumlah bahasa pemrograman lain. Tentu mempelajari skill di dunia coding ini bisa memakan waktu yang nggak sebentar. Padahal, kamu nggak memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari skill yang rumit. Kamu butuh website itu jadi dalam waktu lebih singkat. Kabar baiknya ada sebuah tools bernama elementor. Elementor sendiri merupakan sebuah page builder khusus WordPress. Page builder satu ini memungkinkan kamu kustomisasi tampilan WordPress dengan mudah, tanpa penggunaan Koding sedikitpun Dengan sistem drag and drop, kamu bisa dengan mudah menemukan tombol dan elemen seperti: teks, galeri, hingga video. Elemen-elemen website ini bisa kamu tarik dan susun sesuai keinginan. Jadi kamu bisa lebih mudah mendesain landing page hingga website berbasis WordPress dengan lebih cepat. Beberapa Hal yang Bisa Dilakukan dengan Elementor Tadi kita bicara tentang kemampuan elementor untuk mendesain setiap halaman situs web. Tapi, apa yang sebenarnya bisa kamu lakukan setelah menguasai penggunaan Elementor? Nah, cek jawabannya di bawah ini: 3 Bagian Utama Elementor 1.Tab Options Elementor memang nggak kasih nama bagian ini secara resmi, namun kamu bisa sebut sebagai tab options. Bagian ini letaknya di pojok kiri bawah halaman elementor. Tab options terdiri atas 4 opsi yang bisa kamu klik dengan fungsi yang berbeda-beda. Untuk memahami lebih dalam terkait tab options, kamu bisa memperhatikan gambar di bawah ini. Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa tab options terdiri atas: settings, navigator, history, responsive mode, dan preview changes. Tiap-tiap bagian ini memiliki manfaat yang berbeda-beda. Berikut rincian fungsi 4 ospi yang ada pada tab options: 2. Page Settings Bagian utama elementor selanjutnya adalah page settings. Bagian ini adalah dasar pengaturan elementor yang punya 3 opsi utama yaitu: Style, Settings, dan Go To. Di bagian Style, kamu bisa mengatur tampilan warna dan font situs web. Selain itu, kamu juga memiliki opsi buat mengubah warna dan font default sesuai keinginan. Nah Untuk memilih warna yang tepat, kamu bisa memakai fitur color picker. Opsi Settings mencakup pengaturan terkait WordPress dan elementor. Pengaturan WordPress lebih fokus pada mengaktifkan fitur di elementor. Sedangkan pengaturan elementor memungkinkan kamu menyesuaikan jarak antara konten, lebar konten, serta tampilan foto dan galeri. Opsi Settings mencakup pengaturan terkait WordPress dan elementor. Pengaturan WordPress lebih fokus pada mengaktifkan fitur di elementor. Sedangkan pengaturan elementor memungkinkan kamu untuk menyesuaikan jarak antara konten, lebar konten, serta tampilan foto dan galeri. Di bagian Go To, kamu memiliki tiga pilihan. Finder memudahkan kamu mencari elemen konten elementor tanpa perlu menggeser lewat perpustakaan elemen secara manual. Kemudian, opsi View Page kurang lebih sama kaya Preview Changes. Ini memudahkan kamu melihat halaman sebelum menyimpan atau mempublikasikannya. Terakhir, Exit Dashboard adalah tombol yang bisa kamu klik jika jika ingin kembali ke halaman Dashboard. 3. Element Library Bagian utama elementor selanjutnya adalah element library. Bagian satu ini berfungsi untuk memudahkan kamu mencari dan menemukan elemen yang bisa digunakan untuk mempercantik tampilan web. Ada tiga kategori elemen yang bisa kamu pilih meliputi: basic, general, dan WordPress. Elemen basic sendiri berisi widget sederhana yang sering ada pada hampir setiap jenis konten. Sedangkan elemen general, berisi widget yang lebih bervariasi dah lebih canggih daripada widget dasar. Terakhir elemen WordPress berisi widget bawaan yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Widget bawaan dari WordPress kurang lebih memiliki fungsi dengan widget-widget yang ada pada elementor. Untuk memperkaya variasi widget, kamu bisa menginstal plugin seperti jetpack dan sejumlah plugin lain. Untuk memudahkan kamu memahami bagian element library, kamu bisa memperhatikan gambar di bawah ini. Gambar pertama adalah element basic, sedangkan gambar ke-2 adalah elemen general. Kelebihan Elementor Kekurangan Elementor Cara Install Elementor Cara instalnya juga bisa dilakukan dengan mudah, dan kamu bisa melakukan dengan cepat. Pertama kamu perlu masuk ke dashboard WordPress dan cari menu Plugins. Setelah itu klik opsi add new, lalu ketik elementor pada kotak pencarian di sebelah kanan atas. Jika sudah menemukan aplikasi elementor website builder, klik tombol install now. Tunggu sampai tombol install now berubah menjadi kata Activate dan klik tombol tersebut hingga elementor benar-benar bisa digunakan. Nah, itu tadi pengenalan mendasar terkait apa itu elementor. Sekarang kamu sudah lebih memahami termasuk bagian utamanya, kekurangan, kelebihan sampai cara instalnya yang begitu mudah.







