{"id":3316,"date":"2026-06-19T05:12:39","date_gmt":"2026-06-19T05:12:39","guid":{"rendered":"https:\/\/specialskill.id\/article\/?p=3316"},"modified":"2026-06-19T05:12:40","modified_gmt":"2026-06-19T05:12:40","slug":"ui-designer-atau-ux-researcher","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/","title":{"rendered":"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu?"},"content":{"rendered":"\n

UI Designer<\/em> atau UX Researcher<\/em>? Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang mulai tertarik masuk ke dunia UI\/UX. Banyak orang awalnya mengira semua pekerjaan di bidang ini sama saja karena sama-sama berhubungan dengan desain aplikasi atau website<\/em>. Padahal, UI Designer<\/em> dan UX Researcher<\/em> punya fokus kerja yang cukup berbeda. Semakin cepat kamu memahami perbedaannya, semakin mudah juga menentukan jalur belajar yang paling sesuai dengan minat dan kemampuanmu.<\/p>\n\n\n\n

Kebingungan ini sebenarnya sangat wajar, terutama bagi mahasiswa dan fresh graduate<\/em> yang baru mulai mengenal dunia desain digital. Apalagi sekarang banyak konten di media sosial yang membahas UI\/UX tanpa menjelaskan peran-peran yang ada di dalamnya. Akibatnya, banyak orang langsung belajar Figma<\/em> tanpa benar-benar memahami posisi mana yang ingin mereka tekuni. Padahal, memahami tujuan belajar sejak awal bisa membuat proses belajarmu terasa jauh lebih terarah.<\/p>\n\n\n\n

UI Designer<\/em><\/strong> atau <\/strong>UX Researcher<\/em><\/strong>, Apa Bedanya?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Meski sering berada dalam satu tim yang sama, UI Designer<\/em> dan UX Researcher<\/em> punya fokus pekerjaan yang berbeda. Mereka sama-sama menciptakan produk digital yang memberikan pengalaman nyaman bagi pengguna, tetapi cara kerja keduanya berbeda. Justru perbedaan inilah yang membuat keduanya saling melengkapi selama proses pengembangan produk berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Kalau diibaratkan sebuah tim film, UX Researcher<\/em> mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan penonton. Setelah mengumpulkan berbagai temuan, UI Designer<\/em> menerjemahkan informasi tersebut menjadi tampilan yang menarik sekaligus mudah dipahami pengguna. Karena itulah banyak perusahaan membutuhkan kedua peran ini agar produk yang mereka buat tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga benar-benar berguna bagi pengguna.<\/p>\n\n\n\n

Apa yang UI Designer<\/em> Kerjakan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

UI Designer<\/em> atau User Interface Designer<\/em> berfokus pada tampilan sebuah produk digital. Mereka merancang tampilan aplikasi atau website<\/em> agar pengguna bisa menggunakannya dengan nyaman dan mudah. Mulai dari pemilihan warna, tipografi, ikon, tata letak, hingga konsistensi visual menjadi bagian dari pekerjaan mereka sehari-hari. Tujuannya bukan sekadar membuat desain terlihat menarik, tetapi juga membantu pengguna memahami fungsi setiap elemen dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, UI Designer<\/em> biasanya cukup dekat dengan berbagai tools<\/em> desain seperti Figma<\/em>. Namun pekerjaan mereka tidak berhenti pada membuat tampilan yang estetik saja. Mereka juga perlu memastikan setiap elemen visual membantu pengguna menyelesaikan tujuan mereka dengan nyaman. Desain yang bagus tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membantu pengguna menyelesaikan tujuan mereka dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Kalau kamu termasuk orang yang suka mengeksplorasi visual, memperhatikan detail, atau senang membuat sesuatu terlihat lebih rapi dan menarik, jalur UI Designer<\/em> mungkin terasa lebih cocok. Kalau kamu suka kreativitas dan desain visual, jalur ini bisa terasa menyenangkan karena kamu bisa langsung mengubah ide menjadi tampilan yang bisa dilihat dan digunakan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Apa yang Dikerjakan <\/strong>UX Researcher<\/em><\/strong>?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Berbeda dengan UI Designer<\/em>, UX Researcher<\/em> atau User Experience Researcher<\/em> lebih fokus memahami pengguna. Mereka mencari tahu kebutuhan, kebiasaan, masalah, hingga alasan seseorang menggunakan sebuah produk digital. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk membuat keputusan yang lebih tepat saat mengembangkan produk. Karena itu, UX Researcher<\/em> banyak menghabiskan waktu untuk melakukan riset dan mengumpulkan data.<\/p>\n\n\n\n

Seorang UX Researcher<\/em> bisa melakukan wawancara pengguna, menyebarkan survei, mengamati perilaku pengguna, hingga menganalisis berbagai data yang mereka kumpulkan selama proses riset. Lewat proses tersebut, mereka membantu tim memahami kebutuhan pengguna, menemukan hambatan yang sering muncul, dan menentukan solusi yang paling tepat untuk mengatasinya. Hasil riset ini kemudian menjadi acuan bagi tim desain maupun tim pengembang.<\/p>\n\n\n\n

Kalau kamu lebih suka menganalisis perilaku manusia, mencari pola dari data, atau penasaran dengan alasan seseorang mengambil keputusan tertentu, jalur UX Researcher<\/em> bisa menjadi pilihan yang menarik. Posisi ini biasanya cocok untuk orang yang senang melakukan observasi, riset, dan berpikir secara analitis.<\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Tips Desain UX, Cara Mudah Ciptakan Pengalaman Pengguna yang Nyaman dan Optimal<\/a><\/p>\n\n\n\n

UI Designer<\/em><\/strong> atau <\/strong>UX Researcher<\/em><\/strong>, Siapa yang Lebih Sering Menggunakan <\/strong>Figma<\/em><\/strong>?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Ini menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari pemula. Banyak orang mengira semua profesi dalam UI\/UX harus mahir menggunakan Figma<\/em>. Faktanya, UI Designer<\/em> memang menggunakan Figma<\/em> <\/a>hampir setiap hari karena pekerjaan mereka berhubungan langsung dengan pembuatan tampilan visual dan prototype<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, UX Researcher<\/em> tidak selalu menghabiskan banyak waktu di Figma<\/em>. Mereka lebih sering menggunakan tools<\/em> riset, dokumen, survei, atau platform analisis untuk mengumpulkan dan mengolah informasi dari pengguna. Karena itu, kalau alasan utamamu tertarik UI\/UX adalah karena suka mendesain tampilan aplikasi, kemungkinan besar jalur UI Designer<\/em> akan terasa lebih dekat dengan minatmu.<\/p>\n\n\n\n

UI Designer<\/em><\/strong> atau <\/strong>UX Researcher<\/em><\/strong>, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebenarnya tidak ada jawaban yang benar-benar mutlak. Semuanya kembali pada hal yang paling membuatmu tertarik untuk dipelajari lebih dalam. Kalau kamu sering memperhatikan tampilan aplikasi, suka mengatur warna dan tata letak, atau senang membuat sesuatu terlihat lebih menarik, UI Designer<\/em> bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, kalau kamu lebih tertarik memahami perilaku pengguna dan mencari alasan di balik sebuah masalah, UX Researcher<\/em> mungkin akan terasa lebih cocok.<\/p>\n\n\n\n

Daripada terlalu sibuk memikirkan mana yang lebih keren atau lebih populer, lebih baik fokus memahami karakter dan minatmu sendiri. Banyak profesional UI\/UX juga memulai perjalanan mereka dengan mencoba berbagai hal sebelum akhirnya menemukan bidang yang paling sesuai. Jadi, tidak masalah kalau saat ini kamu masih belum yakin sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Apakah Harus Memilih Salah Satu?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Tidak juga. Banyak orang mempelajari dasar UI dan UX secara bersamaan ketika pertama kali masuk ke dunia desain digital. Dengan memahami keduanya, kamu bisa melihat gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana sebuah produk dibuat. Pengetahuan ini juga membantu kamu menentukan bidang mana yang paling menarik untuk ditekuni dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n

Seiring berjalannya waktu, biasanya kamu akan mulai menemukan bagian yang paling kamu nikmati. Ada yang akhirnya lebih fokus menjadi UI Designer<\/em> karena suka membuat tampilan visual. Ada juga yang memilih menjadi UX Researcher<\/em> karena lebih menikmati proses memahami pengguna dan memecahkan masalah. Apa pun pilihanmu, keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam dunia produk digital.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, pertanyaan tentang UI Designer<\/em> atau UX Researcher<\/em> bukan soal mana yang lebih baik. Pertanyaan yang lebih penting adalah bidang mana yang paling sesuai dengan cara kamu berpikir dan belajar. Ketika kamu memilih jalur yang sesuai dengan minatmu, proses belajar biasanya terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah dijalani. Jadi, kalau saat ini kamu masih bingung harus mulai dari mana, cobalah mengenal keduanya terlebih dahulu. Dari sana, kamu akan lebih mudah menemukan jalur yang benar-benar cocok untukmu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

UI Designer atau UX Researcher? Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang mulai tertarik masuk ke dunia UI\/UX. Banyak orang awalnya mengira semua pekerjaan di bidang ini sama saja karena sama-sama berhubungan dengan desain aplikasi atau website. Padahal, UI Designer dan UX Researcher punya fokus kerja yang cukup berbeda. Semakin cepat kamu memahami perbedaannya, semakin mudah juga menentukan jalur belajar yang paling sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Kebingungan ini sebenarnya sangat wajar, terutama bagi mahasiswa dan fresh graduate yang baru mulai mengenal dunia desain digital. Apalagi sekarang banyak konten di media sosial yang membahas UI\/UX tanpa menjelaskan peran-peran yang ada di dalamnya. Akibatnya, banyak orang langsung belajar Figma tanpa benar-benar memahami posisi mana yang ingin mereka tekuni. Padahal, memahami tujuan belajar sejak awal bisa membuat proses belajarmu terasa jauh lebih terarah. UI Designer atau UX Researcher, Apa Bedanya? Meski sering berada dalam satu tim yang sama, UI Designer dan UX Researcher punya fokus pekerjaan yang berbeda. Mereka sama-sama menciptakan produk digital yang memberikan pengalaman nyaman bagi pengguna, tetapi cara kerja keduanya berbeda. Justru perbedaan inilah yang membuat keduanya saling melengkapi selama proses pengembangan produk berlangsung. Kalau diibaratkan sebuah tim film, UX Researcher mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan penonton. Setelah mengumpulkan berbagai temuan, UI Designer menerjemahkan informasi tersebut menjadi tampilan yang menarik sekaligus mudah dipahami pengguna. Karena itulah banyak perusahaan membutuhkan kedua peran ini agar produk yang mereka buat tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga benar-benar berguna bagi pengguna. Apa yang UI Designer Kerjakan? UI Designer atau User Interface Designer berfokus pada tampilan sebuah produk digital. Mereka merancang tampilan aplikasi atau website agar pengguna bisa menggunakannya dengan nyaman dan mudah. Mulai dari pemilihan warna, tipografi, ikon, tata letak, hingga konsistensi visual menjadi bagian dari pekerjaan mereka sehari-hari. Tujuannya bukan sekadar membuat desain terlihat menarik, tetapi juga membantu pengguna memahami fungsi setiap elemen dengan lebih mudah. Karena itu, UI Designer biasanya cukup dekat dengan berbagai tools desain seperti Figma. Namun pekerjaan mereka tidak berhenti pada membuat tampilan yang estetik saja. Mereka juga perlu memastikan setiap elemen visual membantu pengguna menyelesaikan tujuan mereka dengan nyaman. Desain yang bagus tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membantu pengguna menyelesaikan tujuan mereka dengan lebih mudah. Kalau kamu termasuk orang yang suka mengeksplorasi visual, memperhatikan detail, atau senang membuat sesuatu terlihat lebih rapi dan menarik, jalur UI Designer mungkin terasa lebih cocok. Kalau kamu suka kreativitas dan desain visual, jalur ini bisa terasa menyenangkan karena kamu bisa langsung mengubah ide menjadi tampilan yang bisa dilihat dan digunakan banyak orang. Apa yang Dikerjakan UX Researcher? Berbeda dengan UI Designer, UX Researcher atau User Experience Researcher lebih fokus memahami pengguna. Mereka mencari tahu kebutuhan, kebiasaan, masalah, hingga alasan seseorang menggunakan sebuah produk digital. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk membuat keputusan yang lebih tepat saat mengembangkan produk. Karena itu, UX Researcher banyak menghabiskan waktu untuk melakukan riset dan mengumpulkan data. Seorang UX Researcher bisa melakukan wawancara pengguna, menyebarkan survei, mengamati perilaku pengguna, hingga menganalisis berbagai data yang mereka kumpulkan selama proses riset. Lewat proses tersebut, mereka membantu tim memahami kebutuhan pengguna, menemukan hambatan yang sering muncul, dan menentukan solusi yang paling tepat untuk mengatasinya. Hasil riset ini kemudian menjadi acuan bagi tim desain maupun tim pengembang. Kalau kamu lebih suka menganalisis perilaku manusia, mencari pola dari data, atau penasaran dengan alasan seseorang mengambil keputusan tertentu, jalur UX Researcher bisa menjadi pilihan yang menarik. Posisi ini biasanya cocok untuk orang yang senang melakukan observasi, riset, dan berpikir secara analitis. Baca juga: Tips Desain UX, Cara Mudah Ciptakan Pengalaman Pengguna yang Nyaman dan Optimal UI Designer atau UX Researcher, Siapa yang Lebih Sering Menggunakan Figma? Ini menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari pemula. Banyak orang mengira semua profesi dalam UI\/UX harus mahir menggunakan Figma. Faktanya, UI Designer memang menggunakan Figma hampir setiap hari karena pekerjaan mereka berhubungan langsung dengan pembuatan tampilan visual dan prototype. Sementara itu, UX Researcher tidak selalu menghabiskan banyak waktu di Figma. Mereka lebih sering menggunakan tools riset, dokumen, survei, atau platform analisis untuk mengumpulkan dan mengolah informasi dari pengguna. Karena itu, kalau alasan utamamu tertarik UI\/UX adalah karena suka mendesain tampilan aplikasi, kemungkinan besar jalur UI Designer akan terasa lebih dekat dengan minatmu. UI Designer atau UX Researcher, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula? Sebenarnya tidak ada jawaban yang benar-benar mutlak. Semuanya kembali pada hal yang paling membuatmu tertarik untuk dipelajari lebih dalam. Kalau kamu sering memperhatikan tampilan aplikasi, suka mengatur warna dan tata letak, atau senang membuat sesuatu terlihat lebih menarik, UI Designer bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, kalau kamu lebih tertarik memahami perilaku pengguna dan mencari alasan di balik sebuah masalah, UX Researcher mungkin akan terasa lebih cocok. Daripada terlalu sibuk memikirkan mana yang lebih keren atau lebih populer, lebih baik fokus memahami karakter dan minatmu sendiri. Banyak profesional UI\/UX juga memulai perjalanan mereka dengan mencoba berbagai hal sebelum akhirnya menemukan bidang yang paling sesuai. Jadi, tidak masalah kalau saat ini kamu masih belum yakin sepenuhnya. Apakah Harus Memilih Salah Satu? Tidak juga. Banyak orang mempelajari dasar UI dan UX secara bersamaan ketika pertama kali masuk ke dunia desain digital. Dengan memahami keduanya, kamu bisa melihat gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana sebuah produk dibuat. Pengetahuan ini juga membantu kamu menentukan bidang mana yang paling menarik untuk ditekuni dalam jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, biasanya kamu akan mulai menemukan bagian yang paling kamu nikmati. Ada yang akhirnya lebih fokus menjadi UI Designer karena suka membuat tampilan visual. Ada juga yang memilih menjadi UX Researcher karena lebih menikmati proses memahami pengguna dan memecahkan masalah. Apa pun pilihanmu, keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam dunia produk digital. Pada akhirnya, pertanyaan tentang UI Designer atau UX Researcher bukan soal mana yang lebih baik. Pertanyaan yang lebih penting adalah bidang mana yang paling sesuai dengan cara kamu berpikir dan belajar. Ketika kamu memilih jalur yang sesuai dengan minatmu, proses belajar biasanya terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah dijalani. Jadi, kalau saat ini kamu masih bingung harus mulai dari mana, cobalah mengenal keduanya terlebih dahulu. Dari sana, kamu akan lebih mudah menemukan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[68,66,79,136],"class_list":["post-3316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ui-ux-design","tag-perbedaan-ui-dan-ux-dalam-ui-ux-desiign","tag-ui-design","tag-ui-ux-design","tag-ux-research"],"yoast_head":"\nUI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu? - Special Skill Article<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Masih bingung memilih UI Designer atau UX Researcher? Kenali perbedaan tugas, skill, dan jalur kariernya sebelum mulai belajar UI\/UX.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu? - Special Skill Article\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masih bingung memilih UI Designer atau UX Researcher? Kenali perbedaan tugas, skill, dan jalur kariernya sebelum mulai belajar UI\/UX.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Special Skill Article\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-19T05:12:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-19T05:12:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/06\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"690\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"388\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Special Skill Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Special Skill Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Special Skill Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5a70cc85ea3b0d24c7fc30f0bfd00fec\"},\"headline\":\"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu?\",\"datePublished\":\"2026-06-19T05:12:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-19T05:12:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/\"},\"wordCount\":1019,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/06\\\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png\",\"keywords\":[\"Perbedaan UI dan UX dalam UI\\\/UX Desiign\",\"UI Design\",\"UI\\\/UX Design\",\"UX Research\"],\"articleSection\":[\"UI\\\/UX Design\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/\",\"name\":\"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu? - Special Skill Article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/06\\\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png\",\"datePublished\":\"2026-06-19T05:12:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-19T05:12:40+00:00\",\"description\":\"Masih bingung memilih UI Designer atau UX Researcher? Kenali perbedaan tugas, skill, dan jalur kariernya sebelum mulai belajar UI\\\/UX.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/06\\\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/06\\\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png\",\"width\":690,\"height\":388,\"caption\":\"UI Designer atau UX Researcher_ Mana yang Cocok Buat Kamu\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/2026\\\/06\\\/19\\\/ui-designer-atau-ux-researcher\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/\",\"name\":\"Special Skill Article\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#organization\",\"name\":\"Special Skill Article\",\"url\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/06\\\/cropped-Logo-SS-.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/06\\\/cropped-Logo-SS-.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Special Skill Article\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5a70cc85ea3b0d24c7fc30f0bfd00fec\",\"name\":\"Special Skill Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac2b128007e6729200fa8ea2218a6d997a793de871ecd161894a752dbc5fdd6c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac2b128007e6729200fa8ea2218a6d997a793de871ecd161894a752dbc5fdd6c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ac2b128007e6729200fa8ea2218a6d997a793de871ecd161894a752dbc5fdd6c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Special Skill Indonesia\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/specialskill.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/specialskill.id\\\/article\\\/author\\\/specialskillid\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu? - Special Skill Article","description":"Masih bingung memilih UI Designer atau UX Researcher? Kenali perbedaan tugas, skill, dan jalur kariernya sebelum mulai belajar UI\/UX.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu? - Special Skill Article","og_description":"Masih bingung memilih UI Designer atau UX Researcher? Kenali perbedaan tugas, skill, dan jalur kariernya sebelum mulai belajar UI\/UX.","og_url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/","og_site_name":"Special Skill Article","article_published_time":"2026-06-19T05:12:39+00:00","article_modified_time":"2026-06-19T05:12:40+00:00","og_image":[{"width":690,"height":388,"url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/06\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png","type":"image\/png"}],"author":"Special Skill Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Special Skill Indonesia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/"},"author":{"name":"Special Skill Indonesia","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#\/schema\/person\/5a70cc85ea3b0d24c7fc30f0bfd00fec"},"headline":"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu?","datePublished":"2026-06-19T05:12:39+00:00","dateModified":"2026-06-19T05:12:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/"},"wordCount":1019,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/06\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png","keywords":["Perbedaan UI dan UX dalam UI\/UX Desiign","UI Design","UI\/UX Design","UX Research"],"articleSection":["UI\/UX Design"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/","url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/","name":"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu? - Special Skill Article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/06\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png","datePublished":"2026-06-19T05:12:39+00:00","dateModified":"2026-06-19T05:12:40+00:00","description":"Masih bingung memilih UI Designer atau UX Researcher? Kenali perbedaan tugas, skill, dan jalur kariernya sebelum mulai belajar UI\/UX.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#primaryimage","url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/06\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png","contentUrl":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/06\/UI-Designer-atau-UX-Researcher_-Mana-yang-Cocok-Buat-Kamu_.png","width":690,"height":388,"caption":"UI Designer atau UX Researcher_ Mana yang Cocok Buat Kamu"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/2026\/06\/19\/ui-designer-atau-ux-researcher\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/specialskill.id\/article\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UI Designer atau UX Researcher? Mana yang Cocok Buat Kamu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#website","url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/","name":"Special Skill Article","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/specialskill.id\/article\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#organization","name":"Special Skill Article","url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/06\/cropped-Logo-SS-.png","contentUrl":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/06\/cropped-Logo-SS-.png","width":512,"height":512,"caption":"Special Skill Article"},"image":{"@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/specialskill.id\/article\/#\/schema\/person\/5a70cc85ea3b0d24c7fc30f0bfd00fec","name":"Special Skill Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac2b128007e6729200fa8ea2218a6d997a793de871ecd161894a752dbc5fdd6c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac2b128007e6729200fa8ea2218a6d997a793de871ecd161894a752dbc5fdd6c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ac2b128007e6729200fa8ea2218a6d997a793de871ecd161894a752dbc5fdd6c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Special Skill Indonesia"},"sameAs":["https:\/\/specialskill.id"],"url":"https:\/\/specialskill.id\/article\/author\/specialskillid\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3316"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/specialskill.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}