Kalau hampir setiap hari kamu membuka Figma, mungkin kamu sudah terbiasa dengan frame, component, auto layout, dan berbagai tools dasar lainnya. Tapi, fitur Figma ternyata cukup banyak dan beberapa di antaranya sering terlewat karena letaknya nggak selalu terlihat jelas. Padahal, beberapa fitur tersebut bisa memangkas pekerjaan yang biasanya kamu lakukan berulang kali.
Coba bayangkan kamu harus mengganti nama puluhan layer, mengubah banyak komponen sekaligus, atau membuat desain yang punya beberapa kondisi berbeda. Kalau kamu mengerjakannya satu per satu, waktunya tentu lebih lama. Nah, daripada terus melakukan pekerjaan yang sama secara manual, coba kenalan dengan beberapa fitur Figma berikut.
1. Rename Layers, Fitur Figma untuk Ganti Banyak Nama Sekaligus
Pernah punya file Figma dengan puluhan layer bernama “Frame 1”, “Frame 2”, atau “Rectangle 34”? Kalau iya, kamu pasti tahu betapa malasnya mengganti nama semuanya satu per satu. Figma punya fitur Rename Layers yang bisa membantu kamu mengganti nama banyak layer sekaligus. Kamu cukup memilih beberapa layer, membuka menu Rename, lalu menentukan pola nama yang kamu inginkan.
Fitur ini juga bisa membantu kamu membuat nama layer lebih rapi. Misalnya, kamu ingin mengubah nama beberapa ikon menjadi Icon_1, Icon_2, dan seterusnya. Kamu bahkan bisa menambahkan prefix atau mengganti bagian tertentu dari nama yang sudah ada. Kalau file desainmu mulai penuh, fitur sederhana seperti ini bisa menghemat cukup banyak waktu.
2. Component Properties Biar Nggak Bolak-Balik Edit Layer
Kalau kamu sering menggunakan component, mungkin kamu pernah mengalami situasi ketika harus membuka banyak layer hanya untuk mengubah satu bagian kecil. Figma punya Component Properties yang memungkinkan kamu menentukan bagian mana dari sebuah component yang bisa diubah langsung dari panel Properties.
Contohnya, kamu punya button component dengan ikon di dalamnya. Dengan boolean property, kamu bisa membuat ikon tersebut muncul atau disembunyikan tanpa harus masuk dan mengedit component secara manual. Kamu juga bisa menggunakan text property untuk mengganti tulisan atau instance swap untuk menukar komponen tertentu. Jadi, satu component bisa punya beberapa kebutuhan tanpa membuat kamu bekerja dari awal lagi.
3. Variables untuk Mengatur Banyak Nilai Sekaligus
Pernah mengerjakan desain yang punya light mode dan dark mode? Kalau kamu mengubah warna satu per satu, pekerjaan bisa cepat terasa melelahkan. Nah, Variables bisa membantu menyimpan nilai seperti warna, angka, teks, dan nilai boolean yang kemudian bisa kamu gunakan kembali di berbagai bagian desain.
Fitur ini juga berguna ketika kamu ingin membuat desain yang punya beberapa kondisi. Misalnya, kamu membuat tampilan aplikasi untuk light mode dan dark mode. Dengan variable modes, kamu bisa menyimpan nilai berbeda untuk setiap kondisi sehingga kamu nggak perlu membuat banyak frame hanya untuk menampilkan perubahan warna.
Baca juga: 6 Rekomendasi Plugin AI Figma yang Wajib Kamu Coba
4. Suggest Auto Layout untuk Bantu Menata Layout
Auto layout mungkin sudah sering kamu dengar. Fitur ini membantu elemen dalam sebuah frame menyesuaikan posisi, jarak, dan ukurannya ketika isi desain berubah. Figma juga menyediakan Suggest auto layout, yang bisa mencoba mengenali susunan objek dalam sebuah frame lalu menambahkan auto layout sesuai struktur yang ditemukan.
Fitur ini cocok ketika kamu punya desain yang sudah jadi tetapi belum menggunakan auto layout. Daripada mengatur semuanya dari awal, kamu bisa mencoba Suggest auto layout sebagai titik awal. Setelah itu, kamu tetap perlu mengecek hasilnya dan menyesuaikan bagian yang belum sesuai. Lumayan buat menghemat waktu, terutama saat mengerjakan desain dengan banyak elemen.
5. Dev Mode untuk Cek Desain Sebelum Masuk Development
Kalau kamu pernah bekerja bareng developer, kamu mungkin tahu bahwa proses handoff desain bisa cukup merepotkan. Developer perlu melihat ukuran, jarak, warna, aset, hingga detail komponen sebelum mulai mengerjakan kode. Figma menyediakan Dev Mode untuk membantu proses tersebut.
Melalui Dev Mode, developer bisa melihat detail desain, memeriksa properti dan nilai yang digunakan, melihat variable, mengunduh aset, sampai mendapatkan potongan kode tertentu. Kamu sebagai desainer juga bisa menandai desain yang sudah siap masuk tahap pengembangan. Jadi, sebelum mengirim file ke tim developer, kamu bisa memastikan bagian yang mereka butuhkan sudah lebih mudah ditemukan.
Coba Fitur Figma yang Selama Ini Kamu Lewatkan
Lima fitur tadi memang bukan semuanya fitur yang baru muncul di Figma. Justru itu yang menarik. Kamu mungkin sudah lama menggunakan Figma, tetapi masih mengerjakan beberapa hal secara manual karena belum pernah mencoba fitur yang bisa membantu mempercepatnya.
Coba pilih satu fitur yang paling sesuai dengan pekerjaanmu. Kalau file-mu sering berantakan, mulai dari Rename Layers. Banyak membuat component? Coba pelajari Component Properties. Untuk desain dengan beberapa kondisi, kamu bisa mengeksplorasi Variables. Nggak perlu dipelajari semuanya dalam satu hari. Pilih yang paling sering kamu butuhkan, lalu lihat sendiri apakah workflow-mu terasa lebih cepat.