Author name: Special Skill Indonesia

Web Development

Hanya Hitungan Menit! Berikut 4 Tahapan Install WordPress Menggunakan Softaculous

Menjadi pemula dalam sebuah bidang, terkadang membuat seseorang merasa berkecil hati. Ada yang merasa pesimis, nggak mampu, sampai ragu sama diri sendiri. Termasuk dalam dunia digital, nggak jarang ada orang yang merasa pesimis sebelum memulai pembelajaran. Kabar baiknya, kamu bisa mempelajari sejumlah tahapan install WordPress menggunakan Softaculous. Jadi sekalipun kamu masih pemula, bisa mudah  menginstall WordPress hanya dalam hitungan menit. Penasaran apa saja tahapan yang harus kamu  lalui? yuk, simak artikel ini sampai selesai. Tahapan Install WordPress Menggunakan Softaculous 1. Masuk Ke Panel Control Setelah menyewa hosting ke provider terpercaya, maka langkah lanjutan yang perlu kamu lakukan adalah memasang WordPress. Kamu bisa install WordPress dengan mudah kok. Pertama login tepat di cPanel atau bisa juga di Directadmin. Masukkan informasi seputar login kamu dengan valid. Saat berhasil memasuki laman cPanel, kamu  bakal bertemu sama banyak fitur. Nggak perlu khawatir, karena kamu  hanya perlu fokus dengan satu ikon dengan nama Softaculous Apps Installer.  Supaya kamu  lebih mudah memahami, bisa lihat gambar berikut ini. 2. Pilih WordPress Sudah paham tahap pertama? Ya betul, kamu perlu klik icon Softaculous Apps Installer  dan lanjut cari icon WordPress. Di dalam menu Softaculous bakalan muncul banyak icon yang bisa bikin pemula bingung, tapi lagi-lagi kamu hanya hanya perlu fokus mencari tulisan WordPress. Jika kamu masih belum dapat  gambaran, maka  bisa perhatiin gambar berikut ini Sudah lihat  gambar? Nah jika sudah menemukan WordPress, kamu cukup klik opsi install. Tinggal ikut aja deh, bakal dikasih halaman WordPress yang rinciannya spesifik. Kamu bisa amati gambar di bawah buat memahaminya. Kalau udah cukup paham, langsung aja klik tombol install now. 3. Isi formulir instalasi Tahapan install WordPress menggunakan Softaculous selanjutnya ialah mengisi formulir instalasi. Masih ingat tahapan sebelumnya yang klik tombol install now? Nah kamu betul-betul akan disuguhkan dengan formulir instalasi. Tahapan ini nggak kalah penting, dan kamu  nggak bisa skip begitu saja. Untuk memudahkan kamu  dapat  gambaran seputar  formulir instalasi, coba deh perhatikan gambar berikut. Ada sejumlah kolom yang harus kamu isi dalam formulir ini. Kamu  bisa memulai dengan  kolom URL. Pilih domain dan folder yang akan digunakan kamu untuk menginstall WordPress. Selanjutnya kamu bisa menentukan nama pengguna yang kamu sukai untuk akun Administrator WordPress. Jika sudah, kamu bisa lanjut menentukan kata sandi untuk keamanan WordPress. Pastikan kamu  tidak lupa dengan sandi yang kamu susun sendiri. Karena sandi tersebut akan menjadi syarat utama kamu mengakses WordPress. Sempurnakan pengisian formulir dengan menautkan akun e-mail yang terhubung dengan WordPress dan memilih bahasa yang relevan dan mudah dipahami. Setelah kolom formulir sempurna terisi, kamu bisa klik Install dan menunggu Softaculous menyelesaikan proses instalasi secara otomatis. WordPress Berhasil Di-Install Tahapan install WordPress menggunakan Softaculous yang terakhir ialah memastikan bahwa WordPress berhasil diinstal. Umumnya jika kamu sudah melakukan 3 tahapan di atas dengan benar, maka instalasi WordPress berjalan dengan baik. Berikut gambar yang menunjukkan berhasilnya proses instalasi WordPress. Itu dia sejumlah tahapan install WordPress menggunakan Softaculous yang bisa kamu coba sendiri. Cukup mudah kan? Selanjutnya kamu bisa langsung mengakses panel Admin WordPress dan langsung terhubung dengan situs web WordPress deh. Semoga bermanfaat.

UI/UX Design

Mengenal Apa Itu UI/UX Design yang Bisa Bikin Produk Digital Jadi Keren

Pernah dengar istilah UI/UX Design? Dua hal ini penting banget dalam dunia digital, apalagi kalau kamu mau bikin aplikasi atau website sendiri. Tapi, banyak orang yang masih bingung apa sih bedanya UI dan UX, mana yang lebih penting, atau apakah cukup fokus ke salah satunya saja. Nah, supaya kamu nggak bingung, yuk ikutin pembahasan aku seputar topik ini. Apa Itu UI Design? UI atau User Interface adalah bagian dari sebuah produk digital yang bisa kamu lihat dan klik secara langsung. Semua hal seperti tombol, warna, ikon, tulisan, gambar, animasi, dan tata letak yang muncul di layar, itu semua hasil dari UI/UX Design. Peran UI Buat Bikin Produk Digital Tugas UI bukan cuma bikin tampilan jadi cantik dan menarik mata, tapi juga memastikan pengguna bisa memakainya dengan mudah tanpa bingung. Kalau UI-nya bagus, orang yang memakai aplikasi atau website kamu akan merasa nyaman dan betah berlama-lama. UI berperan sebagai jembatan antara pengguna dan produk, sehingga interaksi bisa terjadi dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Ini adalah langkah awal penting dalam menciptakan UI/UX Design yang sukses. Apa Itu UX Design? Sementara itu, UX atau User Experience adalah bagian dari UI/UX Design yang berhubungan dengan pengalaman pengguna saat memakai produk tersebut. UX fokusnya bikin pengguna nyaman saat pakai website atau aplikasi tertentu. UX mencangkup gimana cara pengguna nemuin fitur yang dicari, jelas apa enggak langkah-langkahnya. Terus juga mastiin apa pengguna ngerasa puas apa nggak sama tuh produk digital. Kenapa UX Itu Penting UX nggak melulu seputar tampilan , tapi juga tentang bagaimana sebuah produk bisa menyenangkan dan memudahkan hidup penggunanya dari awal sampai akhir. Produk dengan UX yang baik akan membuat pengguna merasa nyaman, tidak bingung, dan ingin kembali menggunakannya lagi. Itulah sebabnya, di dunia UI/UX Design kamu nggak boleh mengabaikan UX. Perbedaan UI dan UX dalam UI/UX Design Meski sekilas kedengaran mirip, UI dan UX punya peran yang berbeda dalam proses UI/UX Design. UI lebih fokus ke tampilan agar produk terlihat menarik dan enak dipandang, sedangkan UX berfokus pada kenyamanan dan kepuasan pengguna saat menggunakan produk itu. Perbedaan dalam Proses dan Komponen Proses pembuatannya juga berbeda. Kamu bisa mulai UX dengan riset kebutuhan pengguna, terus lanjut bikin alur penggunaan, struktur file, sampai prototipe. Nah kalau UI baru bekerja setelahnya buat mempercantik tampilan dengan warna, gambar, dan elemen visual lainnya. Dalam dunia UI/UX komponen yang bisa kamu pakai juga berbeda. Biasanya UI nanganin seputar tombol, tipografi, sampai warna. Beda sama UX yang lebih ngurus navigasi, konten, alur interaksi, sampai strategi branding. Semua elemen ini saling melengkapi untuk menghasilkan UI/UX Design yang menarik dan fungsional. Perbedaan Tools dan Skill Kamu udah tahu kan, kalau alat yang dipakai desainer UI/UX berbeda? Seorang desainer UI biasanya memakai alat desain seperti Adobe Illustrator atau Photoshop untuk membuat tampilan yang detail. Di sisi lain, desainer UX lebih sering menggunakan alat seperti Figma atau Sketch untuk membuat prototype dan menguji pengalaman pengguna. Nggak cuma itu, skill yang dibutuhin juga beda. Kalau kamu mau jadi desainer UI, berarti kamu butuh kreatifiitas dan branding yang kuat di dunia desain. Nah, kalau mau fokus ke UX, kamu harus punya skill riset, analisis, dan pemecahan masalah agar produk yang didesain gampang digunakan. Dari penjelasan tadi, bisa disimpulkan bahwa UI/UX Design tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling melengkapi. UI bisa bantu bikin produk digital kamu terlihat menarik secara visual. Kalau UX bisa bantuin kamu ngebuat produk digital yang nyaman dipakai. Intinya kalau cuma fokus ke salah satu aja, hasilnya bakal jauh dari kata maksimal. Nggak lucu kan kalau tampilan aplikasi kamu super bagus, tapi pengguna kebingungan cara pakainya? Sebaliknya, nggak baik juga kalau aplikasi yang kamu bikin super mudah dipahami tapi tampilannya monoton dan bosenin. Jadi kamu harus pastiin UI/UX secara bersamaan. Kalau udah maksimalin dua sisi ini, output produk digital kamu bakal memenuhi UI/UX deh.

Web Development

Apa Itu Elementor? Simak Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Hingga Cara Instalasinya

Jika kamu masih pemula dalam dunia WordPress, mengetahui apa itu elementor merupakan hal paling mendasar dalam bidang ini. Karena elementor merupakan tools yang sangat penting dan pastinya akan memudahkan kamu mendesain website berbasis WordPress. Yuk, simak artikel ini sampai akhir agar kamu lebih mengenal apa itu elementer. Apa itu Elementor? Banyak orang berpikir bahwa bikin website harus memiliki pengetahuan dasar seputar HTML, CSS, PHP, JavaScript dan sejumlah bahasa pemrograman lain. Tentu mempelajari skill di dunia coding ini bisa memakan waktu yang nggak sebentar. Padahal, kamu nggak memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari skill yang rumit. Kamu butuh website itu jadi dalam waktu lebih singkat. Kabar baiknya ada sebuah tools bernama elementor. Elementor sendiri merupakan sebuah page builder khusus WordPress. Page builder satu ini memungkinkan kamu kustomisasi tampilan WordPress dengan mudah, tanpa penggunaan Koding sedikitpun Dengan sistem drag and drop, kamu bisa dengan mudah menemukan tombol dan elemen seperti: teks, galeri, hingga video. Elemen-elemen website ini bisa kamu tarik dan susun sesuai keinginan. Jadi kamu bisa lebih mudah mendesain landing page hingga website berbasis WordPress dengan lebih cepat. Beberapa Hal yang Bisa Dilakukan dengan Elementor Tadi kita bicara tentang kemampuan elementor untuk mendesain setiap halaman situs web. Tapi, apa yang sebenarnya bisa kamu lakukan setelah menguasai penggunaan Elementor? Nah, cek jawabannya di bawah ini: 3 Bagian Utama Elementor 1.Tab Options Elementor memang nggak kasih nama bagian ini secara resmi, namun kamu bisa sebut sebagai tab options. Bagian ini letaknya di pojok kiri bawah halaman elementor. Tab options terdiri atas 4 opsi yang bisa kamu klik dengan fungsi yang berbeda-beda. Untuk memahami lebih dalam terkait tab options, kamu bisa memperhatikan gambar di bawah ini. Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa tab options terdiri atas: settings, navigator, history, responsive mode, dan preview changes. Tiap-tiap bagian ini memiliki manfaat yang berbeda-beda. Berikut rincian fungsi 4 ospi yang ada pada tab options: 2. Page Settings Bagian utama elementor selanjutnya adalah page settings. Bagian ini adalah dasar pengaturan elementor yang punya 3 opsi utama yaitu: Style, Settings, dan Go To. Di bagian Style, kamu bisa mengatur tampilan warna dan font situs web. Selain itu, kamu juga memiliki opsi buat mengubah warna dan font default sesuai keinginan. Nah Untuk memilih warna yang tepat, kamu bisa memakai fitur color picker. Opsi Settings mencakup pengaturan terkait WordPress dan elementor. Pengaturan WordPress lebih fokus pada mengaktifkan fitur di elementor. Sedangkan pengaturan elementor memungkinkan kamu menyesuaikan jarak antara konten, lebar konten, serta tampilan foto dan galeri. Opsi Settings mencakup pengaturan terkait WordPress dan elementor. Pengaturan WordPress lebih fokus pada mengaktifkan fitur di elementor. Sedangkan pengaturan elementor memungkinkan kamu untuk menyesuaikan jarak antara konten, lebar konten, serta tampilan foto dan galeri. Di bagian Go To, kamu memiliki tiga pilihan. Finder memudahkan kamu mencari elemen konten elementor tanpa perlu menggeser lewat perpustakaan elemen secara manual. Kemudian, opsi View Page kurang lebih sama kaya Preview Changes. Ini memudahkan kamu melihat halaman sebelum menyimpan atau mempublikasikannya. Terakhir, Exit Dashboard adalah tombol yang bisa kamu klik jika jika ingin kembali ke halaman Dashboard. 3. Element Library Bagian utama elementor selanjutnya adalah element library. Bagian satu ini berfungsi untuk memudahkan kamu mencari dan menemukan elemen yang bisa digunakan untuk mempercantik tampilan web. Ada tiga kategori elemen yang bisa kamu pilih meliputi: basic, general, dan WordPress. Elemen basic sendiri berisi widget sederhana yang sering ada pada hampir setiap jenis konten. Sedangkan elemen general, berisi widget yang lebih bervariasi dah lebih canggih daripada widget dasar. Terakhir elemen WordPress berisi widget bawaan yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Widget bawaan dari WordPress kurang lebih memiliki fungsi dengan widget-widget yang ada pada elementor. Untuk memperkaya variasi widget, kamu bisa menginstal plugin seperti jetpack dan sejumlah plugin lain. Untuk memudahkan kamu memahami bagian element library, kamu bisa memperhatikan gambar di bawah ini. Gambar pertama adalah element basic, sedangkan gambar ke-2 adalah elemen general. Kelebihan Elementor Kekurangan Elementor Cara Install Elementor Cara instalnya juga bisa dilakukan dengan mudah, dan kamu bisa melakukan dengan cepat. Pertama kamu perlu masuk ke dashboard WordPress dan cari menu Plugins. Setelah itu klik opsi add new, lalu ketik elementor pada kotak pencarian di sebelah kanan atas. Jika sudah menemukan aplikasi elementor website builder, klik tombol install now. Tunggu sampai tombol install now berubah menjadi kata Activate dan klik tombol tersebut hingga elementor benar-benar bisa digunakan. Nah, itu tadi pengenalan mendasar terkait apa itu elementor. Sekarang kamu sudah lebih memahami termasuk bagian utamanya, kekurangan, kelebihan sampai cara instalnya yang begitu mudah.

Web Development

Mengenal Website dan Hosting serta Tips Cerdas Memilih Hosting Terbaik

Apa Itu Website? Di zaman digital kaya sekarang, mengenal apa itu website menjadi topik yang cukup urgent. Apa si sebenernya website itu? Singkatnya website adalah kumpulan halaman di internet, isinya bisa berupa: tulisan, gambar, sampai video. Penggunaannya pun macam-macam, ada yang pakai website buat jualan, berbagi informasi, berbagi cerita, sampai buat main-main aja. Kita mulai pakai analogi, website tu kaya rumah, dan buat main ke rumah orang pasti butuh alamat. Sama tuh kaya website, kalau mau berkunjung ke website orang, kamu harus tahu alamat websitenya. Kamu bisa sebut alamat itu dengan istilah domain. Contoh kamu mau main ke website specialskill, berarti kamu harus berkunjung ke domainnya yaitu: specialskill.id. Kalau alamat rumah kan bisa langsung kamu samperin. Sama, alamat website juga iya, bisa disamperin secara virtual. Kamu cukup klik nama domain di laman pencarian, dan website tujuan akan muncul. Apa Itu Hosting? Udah paham kan sama website? Nah beda lagi, kalau hosting ibaratnya kaya tanah, rumah bisa berdiri kalau ada tanah yang jadi pijakannya kan? Jadi website emang harus dibangun diatas hosting . Kalau pakai bahasa yang lebih resmi, hosting adalah tempat di internet buat nyimpen semua data website. Jadi mulai kaya tulisan, gambar, sampai video akan disimpan di hosting ini. Makin bagus hosting yang dipakai, makin mudah juga website dikunjungi orang. Kenapa Sih Harus Pakai Hosting? Meng-host bisnis atau website pakai server internal butuh waktu lama dan biaya yang besar. Dan yang namanya website tetep butuh pijakan buat berdiri, kaya rumah, nggak mungkin mengambang di atas udara kah? Solusi paling gampang buat masalah ini adalah menyewa hosting. Yup, penyedia layanan hosting biasanya nawarin banyak benefit bagi customer-nya. Penasaran apa saja manfaat sewa hosting? 1.Performa yang Optimal Manfaat sewa hosting yang pertama ialah bisa meningkatkan performa website. Biasanya, penyedia hosting punya teknologi canggih. Nah, pakai teknologi ini, mereka bisa ningkatin performa server web customer dengan cepat. Selain itu, mereka juga nawarin memori internal yang cukup besar buat penyimpanan dilengkapi daya komputasi yang kuat. Kombinasi layanan ini bisa bikin website kamu mudah diakses, istilah gampangnya nggak lemot. 2. Keandalan Tinggi Penyedia layanan hosting biasanya ngilangin beban pemeliharaan server, sebagai gantinya mereka konsisten ningkatin sistem secara berkala. Dampaknya apa? Website kamu dapat tingkat keamanan yang lebih terjamin dan otomatis bebasin kamu dari ribetnya nyari sumber daya IT. 3.Ada Dukungan Teknis Enaknya sewa hosting, kamu nggak perlu bingung sendirian kalau ada masalah kinerja website. Karena jasa layanan hosting tuh sediain dukungan komperhensif kalau customer ketemu masalah. Dukungannya banyak, ada alat pantau, analitik situs web, sampai fitur-fitur yang optimalin performa website kamu. 4. Keamanan Manfaat sewa hosting yang terakhir tuh keamanan website terjamin. Kenapa bisa terjamin? Ini nggak lepas dari penyedia jasa yang pakai pendekatan holistik buat lindungin infrastruktur, mulai dari aspek: fisik, operasional, sampai perangkat lunak. Istilah Seputar Hosting yang Perlu Kamu Ketahui Kalau mau sewa hosting tanya dulu sama penyedia, resource nya berapa? Terus kamu juga perlu perhatiin hal yang mencangkup: CPU, RAM, SSD Disk Space, Bandwidth,VMEM sampai PMEM. Asing ya istilah-istilah ribet tadi? Tenang aja, aku bakal kupas satu per satu. 1. Bandwidth Kalau kamu buka website di mesin pencari, terus loadingnya lama kesel nggak? Kalau iya, berarti sama. Biasanya website yang loadingnya super lambat tuh karena bandwidth nya kecil. Istilah mudahnya badwidth tuh ukuran maksimal jalur komunikasi buat ngirim plus nerima data dalam hitungan detik di website. Makin besar bandwidth, makin cepet juga proses transfer data. Jadi loading artikel, gambar, sampai video bisa lebih cepet. 2. CPU CPU itu singkatan dari Central Processing Unit, atau kata lainnya adalah otaknya komputer. Jadi CPU ini yang bakal jalanin semua instruksi di perangkat lunak seseorang. Nah, di dalam CPU  ada yang namanya prosesor (core) yang tugasnya atur semua aktivitas dalam komputer. Lah, terus kaitannya sama hosting apa? Jadi hosting sendiri masih bagian dari server komputer yang dalam praktiknya makai CPU ini buat jalanin instruksi website Saat kamu klik tombol-tombol di website dan halamanya bisa pindah-pindah, itu yang jalain perintah adalah si CPU. Pemilihan core yang tepat pada CPU jadi hal yang perlu dipertimbangain dengan sungguh-sungguh. Buat website biasa si cukup pakai kriteria core CPU di angka 0,5 GHz-1 GHz. Kalau website skalanya besar baru deh pilih core CPU 2 GHz. 3. RAM Istilah seputar hosting yang perlu kamu ketahui selanjutnya adalah RAM. Gampangnya  RAM itu tempat penyimpanan. Fungsinya buat nyimpen data website kamu , makin gede ukuran RAM makin cepet hosting proses data website. Oh ita, for your information kepanjangan RAM Random Acces Memory. 4. SSD Disk Space SSD Disk Space tuh singkatnya adalah kapasitas penyimpanan yang ditawarkan hosting. 5. Inodes Inodes ialah jumlah file yang bisa ditampung oleh satu akun hosting. Cek Inodes yang ditawarin penyedia hosting, kalau penuh performa website kamu bahal menurun. 6. VMEM dan PMEM VMEM tuh kepanjangan dari (Virtual Memory), gampangnya adalah memori virtual yang diambil dari SSD, sedangkan PMEM (Physical Memory) adalah memori fisik di RAM. Kamu harus perhatiin ukuran PMEM karena ngaruh banget sama kecepatan website. 7. Memcached, Akses SSH, DNS Manager, FTP Memcached adalah fitur buat  mempercepat aplikasi web dinamis. SSH (Secure Shell) bisa bantu kamu buat lihat aktivitas server, mengelola server, dan sejumlah hal lain. DNS Host Record Management memudahkan pengelolaan DNS. FTP (File Transfer Protocol) mempermudah upload file website ke hosting. Tips Cerdas Memilih Hosting Terbaik Setelah kenalan sama website dan hosting, kamu pasti makin penasaran bagaimana tips cerdas memilih hosting terbaik kan? Mudah kok, sini aku bagi tips nya.Terkadang perkara hosting ini cuma tentang cocok dan nggak cocok. Bukan yang paling mahal. Karena kalau kebutuhan website kamu masih skala kecil, kamu nggak harus sewa hosting dengan harga paling mahal kayak VPS yang kadar penyimpanannya gede banget. Ada 5 Tips cerdas memilih hosting terbaik yang bisa kamu lakukan: 1. Sesuaikan Hosting dan Kebutuhan Tips cerdas memilih hosting pertama tuh sesuaiin sama kebutuhan. Intinya nggak lucu kan kalau kamu sewahosting besar, padahal websitenya cuma mau dipakai bikin website kecil-kecilan. Sebaliknya, kalau mau bangun bisnis atau toko online besar, sebaiknya kamu pilih hosting yang menawarkan kapasitas besar juga agar bisnis kamu bisa berjalan dengan lancar. 2. Perhatiin Fitur SSH dan Memcached Nah, kira-kira kamu butuh nggak

UI/UX Design

Apa Itu Figma? Yuk, Intip Fitur Figma Hingga Cara Mendaftarnya

Apa Itu Figma? Apa itu Figma? Jadi Figma adalah alat atau aplikasi buat desain, spesifiknya aplikasi buat desain website. Figma populer banget dipakai buat memaksimalkan UI/UX design. Tapi jangan salah, gak cuma desainer profesional saja yang bisa pakai Figma, kamu yang masih pemula juga bisa belajar dan menggunakannya lho. Biar lebih paham, Figma itu basisnya online (cloud), jadi nggak mewajibkan penggunanya install software yang berat-berat. Kamu cukup buka browser, login, dan langsung bisa desain. Gak harus pakai laptop, pakai tablet juga bisa. Satu tambahan lagi, Figma punya fitur kolaborasi, jadi memudahkan kamu yang suka kerja sama tim dalam satu desain. Apa Aja Sih Fitur Figma? 1. Prototyping Fitur Figma yang pertama adalah prototyping. Kamu bisa mencoba desain yang sudah dibuat seakan-akan jadi aplikasi beneran. Misal, kalau kamu klik tombol “login”, nantinya kamu bisa atur biar langsung pindah ke halaman berikutnya. Istilah gampangnya, kami bisa lihat alur aplikasinya, dan menguji dulu sebelum beneran dibuat dalam bentuk kode. Hal kaya gini bisa memudahkan developer memahami desain kamu. 2. Design Tool Fitur Figma selanjutnya namanyanya design tool. Fitur satu ini disebut fitur utama buat bantu kamu bikin elemen desain. Adanya design tool ini bisa bantu kamu bikin kotak, lingkaran, sampai teks sesuai kebutuhan. Selain itu, kamu juga bisa tambahin warna, ikon, sampai komponen yang bisa membuat desainmu tampak hidup. Ditambah lagi ada fitur auto layout yang bisa bantu rapiin elemen ini agar responsif, tanpa mengatur manual satu per satu. 3. Plugin Library Fitur Figma yang ke-3 namanya plugin library. Fitur satu ini bisa kamu install gratis buat nambahin fungsi aplikasi. Contoh ada plugin yang bisa bantu kamu ambil stok gambar yang berkualitas, nyari ikon lebih cepat, sampai plugin yang bantu buat diagram otomatis. Nah, kebayang kan seberguna apa plugin, pekerjaan desain kamu pun bisa jadi efisien dah. 4. Community Files Fitur Figma yang terakhir adalah community files. Pada fitur ini kamu bakal mudah banget nyari berbagai template dan file yang sudah didesain orang lain. Kamu bisa dengan mudah download file tersebut dan mengedit sesuai selera. Community files ini sangat bermanfaat bagi pemula, apalagi yang mau belajar desain tapi bingung mau mulai dari mana. Dengan fitur satu ini, kamu bisa lebih menghemat waktu sekaligus lebih mudah dapat inspirasi dari karya-karya orang lain. Figma Bisa Digunakan Buat Apa Aja? Jawabannya banyak, mulai dari desain tampilan aplikasi website, prototype interaktif, sampai sketsa awal kaya wireframe. Selain itu, kamu juga bisa manfaatin Figma buat bikin konten visual buat medsos, atau sekedar presentasi. Menariknya lagi, kamu bisa kerjain proyek bareng teman secara real time dalam satu file yang sama. 6 Langkah Daftar Figma 1. Buka situs resmi Figma Langkah daftar Figma yang paling dasar adalah membuka situs resminya di www.figma.com. Nah kamu bisa tuh langsung mulai proses pendaftaran dengan mudah. 2. Klik Sign Up Langkah daftar Figma selanjutnya adalah klik tombol “sign up” atau “get started”, biasanya ada di halaman awal pembuatan akun. 3. Pakai Email Langkah daftar Figma selanjutnya adalah input alamat email kamu. Kalau pengen lebih cepat, bisa langsung login pakai akun Google yang kamu punya. 4. Masuk Dashboard Kalau sudah berhasil login, kamu akan diarahkan ke dashboard utama Figma. Nah, dashboard itu bakal jadi tempat utama proyek desain kamu disimpan. 5. Buat Desain Baru Sebenarnya kalau sudah masuk tahap ini, kamu tinggal mulai desain aja. Lihat dashboard dan cari opsi “New Design File”, otomatis kamu bakal dibawa ke workspace kosong buat bikin desain. 6. Eksplorasi Langkah daftar Figma yang terakhir tinggal eksplorasi aja semua fitur yang tersedia. Kalau bingung tinggal pakai template yang sudah ada. Kalau udah selesai desain, kamu punya banyak opsi buat ekspor ke format PNG, JPG, SVG, sampai PDF. Intinya, pilih sesuai kebutuhan. Itu dia pengenalan singkat dasar-dasar Figma buat pemula. Sekarang kamu sudah mulai paham kan apa itu figma, fungsi sampai cara mendaftarnya?

Web Development

Mudah! Simak 4 Langkah Install XAMPP di Windows

Apa itu XAMPP? Emang bisa ya bikin hosting lokal di laptop sendiri? Yup, jawabannya bisa pakai XAMPP. Pertanyaannya apa itu XAMPP? Jadi XAMPP tuh sejenis server mini yang bisa kamu pasang di laptop buat niru server web beneran. Tenang aja, XAMPP ini sifatnya gratis dan open source. Jadi cocok buat kamu yang pingin belajar website tanpa mengeluarkan uang banyak di awal, atau baru mau di tahap coba-coba. Isi XAMPP tuh mencangkup Apace server, MariaDB, PHP, sama Perl. Terus huruf-huruf itu singkatan dari apa? Nah kamu bener XAMPP tuh ada kepanjangannya. Dan kepanjangan dari XAMPP nggak jauh-jauh dari isi utama XAMPP itu sendiri. X tuh singkatan dari cross-platform artinya XAMPP bisa dipakai di berbagai jenis sitem operasi, kalau huruf A kepanjangannya  Apache  maksudnya ya  si server web itu sendiri, terus  M singkatan dari MariaDB biasanya dipakai buat database. Nah P itu kepanjangannya PHP, salah satu bahasa pemrograman, P terakhir  maksudnya Perl juga salah satu bahasa pemrograman lain. Keunggulan XAMPP tuh mudah dipakai di berbagai jenis sistem operasi, jadi nggak heran kan tahu-tahu XAMPP udah jadi favorit para developer PHP. Server mini satu ini juga banyak sejumlah fitur keren diantaranya: Mercury: fitur buat kirim e-mail, phpMy Admin: fitur buat mudahin atur database, Webalizer: fitur buat analisis log server, OpenSSL: fitur yang berhubungan sama keamanan, Apache Tomcat, fitur buat jalanin kode Java, dan terakhir FileZilla: fitur buat mudahin pengguna transfer file lewat FTP. Dari pengenalan apa itu XAMPP kamu jadi punya gambaran kan seberapa bermanfaat mini server satu ini? Mini server ini nggak cuma punya fitur keren, tapi bisa mudahin separuh urusan kamu dalam urusan belajar bikin website, bahkan kamu nggak perlu merogoh kocek sepeser pun. Kenapa XAMPP? Kamu tahu kan kalau bikin website pakai WordPress memerlukan hosting yang memadai. Tapi, kalau masih tahap belajar atau trial and eror, sewa hosting itu bisa jadi buang-buang uang. Nah munculnya XAMPP bisa jadi solusi buat masalah itu. Baru dah kalau udah jago desain WordPress, dan mau serius bisnis, bisa langsung sewa hosting online berbayar. Terus kenapa harus pakai XAMPP ? Ya, selain dia adalah server mini yang mudah dipakai di berbagai jenis sistem operasi, XAMPP juga bisa bantu kamu bikin website WordPress secepat kilat. Dan karena semua fitur udah otomatis ada di laptop maka kamu nggak perlu nunggu upload buat lihat hasilnya. Contoh kamu mau cek tampilan tema baru WordPress, gampang,  cukup copy dan paste aja ke folder. Dan hasilnya Jreng! Langsung muncul tuh tampilah temanya. Nggak ada yang namanya delay server, atau masalah loading karena koneksi buruk. So, kamu nggak perlu nunggu lama. Oiyam menariknya hal kaya gini gak cuma berlaku di fitur tema, tapi juga berlaku di plugin. Selain ramah tuh buat pemula,  XAMPP juga bisa bantu melancarkan pekerjaan developer yang lagi ada di tempat terpencil, desa, atau pelosok yang susah signal. Nggak cuma itu, ngoding atau desain web di laptop sendiri juga cenderung lebih aman, karena sifatnya offline dan jauh dari jangkauan hacker. 4 Langkah Install XAMPP di Windows 1. Download XAMPP Langkah install XAMPP di Windows yang pertama adalah download aplikasinya. Yup, kamu harus download dulu XAMPP dari website Apache Friends. Pilih yang paling baru biar nggak ketinggalan versi. Kalau kamu pakai Windows, pilih versi Windows ya. Kalau Linux atau Mac, ada juga versinya. Intinya, download yang cocok sama laptop kamu. 2. Install XAMPP Kalau file udah selesai diunduh, klik install. Nanti bisa aja muncul peringatan, nggak usah khawatir, tinggal klik OK aja. Terus kamu bakal diminta pilih komponen. Kalau cuma mau buat WordPress, cukup pilih Apache, MySQL, PHP, sama phpMyAdmin. Kalau mau coba semua, boleh centang semua juga. Jangan centang Bitnami ya, karena itu buat install otomatis, sedangkan kita mau pasang manual. Kadang ada peringatan dari Windows Security, langsung aja klik Allow Access. Oh iya, jangan pasang di folder Program Files, mending biarin aja di folder default C:\XAMPP biar aman. 3. Buka XAMPP Control Panel Setelah selesai, buka XAMPP Control Panel. Nah, di sini tempat kamu nyalain dan matiin server. Kalau modulnya lagi aktif, warnanya bakal jadi hijau. Ada juga tombol Admin buat buka dashboard, configurasi buat setting, sama logs buat lihat kalau ada error. Di sisi kanan ada tombol tambahan kayak Netstat (cek port yang dipakai), Shell (buat command line), Explorer (buat buka folder XAMPP), sampai Help kalau kamu butuh bantuan. Jadi semua kontrol ada di satu tempat. 4. Jalankan Apache dan MySQL Langkah install XAMPP di Windows terakhir adalah  klik tombol Start tepatnya di modul  Apache. Kalau berhasil nyala, coba buka browser terus ketik http://localhost/dashboard/. Setelah itu, klik juga Start di MySQL. Kalau ada peringatan lagi, klik Allow Access aja. Nanti kamu bisa buka http://localhost/phpmyadmin/ buat masuk ke phpMyAdmin. Dari situ kamu bisa bikin dan ngatur database untuk web kamu. Itu dia beberapa langkah install XAMPP di Windows yang mudah banget kamu lakukan.Kalau semua udah jalan, berarti XAMPP kamu udah siap dipakai. Sekarang kamu bisa mulai coba-coba bikin web PHP atau pasang WordPress langsung dari laptop, tanpa harus beli hosting dulu.

Web Development

Step by Step: Cara Install WordPress Pakai XAMPP di Laptop

Pingin belajar WordPress tapi nggak mau keluar duit buat domain sama hosting? Atau kamu pingin bikin web yang nggak gampang dilihat orang? Bisa banget! Caranya, kamu pasang WordPress di laptop pake bantuan XAMPP. XAMPP itu aplikasi gratis yang bisa bikin laptop kamu jadi kayak server mini. Jadi kamu bisa bikin, ngedit, dan nyobain web WordPress langsung di komputer. Nah, pas kamu udah beres bikin desain, bebas aja mau upload ke hosting beneran. Cara Install WordPres Pakai XAMPP di Laptop 1. Download dan Taruh WordPress di XAMPP Kalau kamu bertanya-tanya bagaimana cara install WordPress pakai XAMPP, maka step pertama yang wajib kamu lakuin tuh mendownload WordPress versi baru, cari dulu aplikasinya di website WordPress.org.  Misal versi barunya 6.6,  otomatis nama file nya bakalan wordpress-6.6.zip. Setelah selesai, ekstrak file zip itu. Nanti bakalan muncul folder dengan nama WordPress. Nah, folder WordPress ini baiknya kamu pindahin ke folder htdocs yang ada di dalam folder XAMPP. Kalau bingung sama letaknya, maka cari aja biasanya folder ini  akan ada di C:\XAMPP\htdocs. Semisal udah pindah, kamu udah bisa tuh ganti nama foldernya sesuai selera. Atau semisal masih bingung mau dinamain apa, sesuain aja sama nama website kamu. Misal kamu namainnya wpastra, pas nyari kau bisa ketik di browser http://localhost/wpasatra.  Kalau step pertama ini berhasil, nggak lama bakal muncul laman instalasi WordPress Tinggal pilih bahasa sesuai selera. Terus klik Lanjutkan 2. Bikin Database di phpMyAdmin Cara install WordPress pakai XAMPP selanjutnya gampang kok, kamu cuma perlu bikin yang namanya database lewat phpMyAdmin. Caranya juga nggak ribet, kamu cuma perlu buka mesin pencari terus ketik http://localhost terus klik menu phpMyAdmin di pojok kanan atas. Kalau berhasil masuk dashboard phpMyAdmin, kamu bisa klik tab Database yang ada di bagian atas. Terus tulis deh nama database sesuai selera kamu, jangan lupa klik tombol Create. Database kamu udah otomatis ke bentuk deh. Udah gitu, kamu harus balik lagi tuh ke halaman instalasi WordPress, terus klik Let’s go!. Ikutin aja instruksinya yang mandu ke halaman database. Nanti, cukup masukkan nama database yang baru kamu buat, isi username root, biarin password kosong, dan biarin juga pengaturan lain tetap default. Isi semuanya terus klik Submit dan segera klik Run the installation. 3. Atur Data Website WordPress Tunggu sampai database tersambung, dan nggak butuh waktu lama halaman pengaturan web WordPress bakalan muncul. Di sini kamu tinggal isi detail website seperti Site Title (judul webmu), Username (nama buat login admin), Password (kata sandi buat login), dan Email. Habis isi semuanya, mulai susun deh password yang gampang. Walaupun passwordnya gampang, pastiin masih masuk kategori aman yaa. Kalau semua sudah diisi dengan benar, klik tombol Install WordPress. Tunggu sebentar, sampai muncul notifikasi kalau WordPress berhasil dipasang. 4. Login ke Dashboard WordPress Cara install WordPress pakai XAMPP yang terakhir tuh finalisasi dengan login ke dashboard WordPress. Klik tombol Log In, kemudian masukkan username dan password yang tadi kamu bikin. Kalau berhasil masuk, kamu bakal melihat dashboard WordPress untuk pertama kalinya. Dari sini kamu bisa mulai utak-atik webmu, seperti pasang tema, tambah plugin, bikin halaman, atau posting artikel. Terakhir, web kamu juga bisa langsung dibuka lewat browser dengan mengetik http://localhost/nama-folder-webmu. Kesimpulannya kamu bisa bikin banyak percobaan desain website, sebelum bener-bener dipublikasiksan di dunia nyata. Itu dia sejumlah cara install WordPress pakai XAMPP di laptop. Tertarik mencoba?

Web Development

Teknik Optimasi WordPress & Jenis Plugin Buat Optimasi

Terkadang orang yang desain dan buat website banyak fokus ke tampilan aja, tapi kurang mengoptimalkan responsif atau enggak nya website yang dibuat. Padahal, website lemot bisa bikin orang males nunggu, akhirnya pergi deh. Makannya yang namanya optimasi WordPress jadi hal penting. Setelah optimasi, website bisa loading lebih cepet, dan enak dikunjungi, Orang juga betah lama-lama main ke website itu. Kenapa Perlu Optimasi WordPress? Kalau pakai perumpamaan, optimasi website tuh kaya ngerapiin rumah. Iya, kalau rumah nyaman, kamu pasti betah dong stay di rumah. Mana pastinya, lebih mudah juga nyari barang yang dibutuhin kan?. Nah, sama tuh kaya di website, kalau liat tampilan rapi, nyari apa-apa mudah, loading jarang macet pengunjung juga pasti betah deh lama-lama main di website kamu. Gak cuma bikin pengunjung betah, kalau website di optimasi, dia gampang tuh nongol di laman pertama Google, istilahnya (SEO naik). Naiknya SEO juga bisa bikin kamu dapat banyak keuntungan, mulai dari konversi penjualan yang lebih tinggi, sampai traffic pembaca yang banyak. Buat mencapai itu semua, kamu perlu yang namanya plugin. Dengan plugin, kamu bisa dapet fitur baru tanpa harus ngoding. Selain itu, plugin juga bisa bantu: Tambah fitur keren (misalnya form, toko online, SEO tools) Optimasi web otomatis Bikin web lebih aman Sambungin web ke layanan lain kayak Google atau Cloud. Teknik Optimasi WordPress yang Perlu Kamu Ketahui 1. Optimasi Database Teknik optimasi WordPress paling dasar yang perlu kamu ketahui adalah optimasi database. Kalau database nggak dirapiin, lama-lama numpuk dan bisa bikin website kamu lemot. Cara optimasinya bagaimana? Mulai dari hapus-hapusin tuh namanya postingan nggak kepake, komentar spam, sama plug-in bawaan yang udah nggak guna. Maksimalin dengan hapus-hapusin data sampah yang udah kedaluarsa kawa WP-Optimize buat beresin database otomatis. 2. Optimasi Konten (Gambar) Teknik optimasi WordPress selanjutnya adalah optimasi konten, baik itu gambar yang ada di badan artikel, atau gambar yang digunain buat desain tampilan website. Konten-konten yang pakai gambar itu potensinya gede bikin website berat, akibatnya, proses loading jadi lama deh. Kamu bisa ubah  gambar dari JPEG atau PNG ke WEBP biar mudah dimuat. Atau kamu bisa juga kompress ukuran gambar jadi lebih kecil, tapi kualitasnya tetep cakep. Kalau perlu kamu bisa juga aktifin lazy loading biar gambar cuma muncul pas dibutuhin aja. 3. Caching Ada istilah namanya Cache atau ingatan sementara. Nah teknik optimasi WordPress yang nggak kalah penting  adalah Caching, atau proses nyimpan data di chache supaya bisa lebih mudah diakses di lain waktu. Contoh: Waktu pengunjung buka website, browser menyimpan gambar atau logo di cache. Efeknya apa? Saat kamu buka website lagi jadi lebih cepet deh. Soalnya tinggal nampilin gambar dari cache. Jenis Plugin Buat Optimasi 1. Caching: WP Super Cache (gratis & simpel), W3 Total Cache (fitur banyak), WP Rocket (premium & auto setting). 2. Gambar: Smush (kompres gambar tanpa nurunin kualitas), ShortPixel (support WebP & auto optimasi). 3. Database: WP-Optimize (bersihin database & jadwal otomatis), Advanced Database Cleaner (buat bersihin data sisa lebih detail). 4. SEO: Yoast SEO (cek konten & bikin sitemap), All in One SEO Pack (otomatis + integrasi Google). 5. Backup: UpdraftPlus buat (backup otomatis ke cloud), BackupBuddy (backup + migrasi web gampang). Cek Kinerja Web Sebagai penutup, biar teknik optimasi WordPress yang udah kamu terapkan nggak sia-sia, kamu perlu lagi tuh cek hasilnya. Pastiin loading website WordPress lancar. Biar lebih gampang kamu bisa mulai pakai  tools kaya Google Site Kit buat sambungin kamu sama Google Analytics, Search Console, sampai PageSpeed Insights. Selain itu, kamu bisa juga pakai GTmetrix yang bisa kasih detail kecepatan website plus grafik alur loading file. Itu tadi sejumlah teknik optimasi WordPress yang bisa kamu lakuin. Oh iya, juga harus ingat kalau optimasi WordPress adalah proses berkelanjutan. Artinya kamu harus terus-terusan upgrade, ukan sekali, dua kali lalu beres. Jadi penting bagi kamu buat mengoptimasi ulang website WordPress kamu jika loadingnya udah lemot.

Web Development

Tips Optimasi WordPress Supaya Lebih Kenceng, Mulai dari Database, Foto, Kesehatan sampai SEO

Kamu punya website WordPress tapi loading-nya lemot? Kamu tenang aja, karena sekarang ada cara gampang supaya website kamu jadi lebih ringan plus gampang dicari di Google. Terus caranya gemana? Caranya  kamu harus instal beberapa plugin yang bisa bantu bersihin database, buat foto jadi enteng, aturin SEO, dan bisa cek kesehatan website secara berkala. Tips Optimasi WordPress 1. Optimalin Database Pakai WP-Optimize Tips optimasi WordPress yang pertama adalah bersihin database, paling gampang pakai plugin WP-Optimize. Kenapa database perlu dibersihin? Karena database itu kaya lemari penuh, mulai dari komentar, revisian tulisan, sampai spam. Nah, WP-Optimize bisa diibaratkan kaya sapu yang bisa bantu beresin semua itu, jadi website kamu bisa rapi lagi. Menariknya, plugin satu ini sekaligus bisa diatur otomatis biar rajin bersih-bersih database. 2. Buat Foto Jadi Ringan Pakai Smush Tips optimasi WordPress selanjutnya adalah atur foto seringan mungkin. Namanya juga foto, kalau ukurangan kegedean bisa berat-beratin website, dan bikin susah diakses sama orang. Nah, biar gampang kamu bisa pakai yang namanya Smush. Plugin satu ini bisa ngecilin foto-foto kamu tanpa ngurangin kadar kejernihannya. Kerennya lagi, kalau kamu unggah foto baru, Smush bakal otomatis ngerjain tugasnya. Gak perlu lagi deh khawatir website lelet. 3. Optimasi SEO SEO itu kepanjangan dari Search Engine Optimization, atau optimasi mesin pencari. Kalau nerapin SEO, bisa mudahin website kamu muncul di halaman pertama Google. Nah, salah satu plugin yang bisa bantuin kamu buat masalah ini adalah Yoast SEO. Plugin satu ini ibaratnya kaya peta biar Google tahu letak website kamu. Plugin satu ini bisa bantu kamu pakai tips-tips menarik pas kamu niis artikel, tipsnya biasanya bisa gampangin website kamu nongol di laman pencarian. Kalau lampu Yoast udah berubah jadi ijo, tandanya website kamu sudah oke banget SEO nya. 4. Check Berkala Kesehatan Website Tips optimasi WordPress terakhir adalah ngecek kesehatannya secara berkala. Supaya lebih gampang, kamu bisa pakai Google Site Kit. Plugin ini mirip dashboard mobil yang bisa kasih info lengkap seputar kesehatan website kamu. Menariknya, plugin ini juga memudahkan kamu lihat jumlah pengunjung, darimana mereka datang, sampai kecepatan website kamu baik di HP maupun komputer. Nah, jadi tahu kan tips optimasi WordPress biar website kamu kenceng? Kalau kamu kombinasiin sama 4 plugin yang mendukung, nggak cuma kenceng, pengunjung juga bakal happy karena Loading-nya cepet banget.

Web Development

4 Rekomendasi Plugin WordPress Terbaik untuk Pemula

Apa Itu Plugin? Kalau kamu baru kenal sama WordPress, pasti sering dengar kata “plugin” kan? Dan wajar juga kalau kamu bertanya-tanya apa itu plugin. Tenang aja, karena di artikel kali ini aku bakal kupas apa itu plugin dan manfaat-manfaat yang bisa kamu dapatkan kalau pakai jenis-jenis plugin yang bakal aku rekomendasiin. Analoginya plugin itu kaya aplikasi tambahan di HP. Kalau kamu beli HP baru kan isinya masih kosong, atau sekalipun ada aplikasinya paling isinya itu-itu doang, plus  masih ada hal-hal yang belum tentu bisa kamu lakuin. Nah, biar Hp makin canggih, kamu harus install tuh aplikasi-aplikasi lain. Sama kaya WordPress, biar lebih canggih dan mudah dipermak, kamu perlu install plugin-plugin tertentu. Dengan menginstall plugin website kamu bisa jadi lebih cakep, mudah didesain, dan mudah juga diotak-atik. Adanya plugin juga bisa memudahkan pemilik website desain sendiri, meski nggak punya kemampuan coding sama sekali. Tapi, perlu hati-hati juga ya. Jangan kebanyakan install plugin karena bisa bikin website jadi lemot. Pilih yang benar-benar kamu butuhin aja biar tetap ringan. 4 Rekomendasi Plugin WordPress untuk Pemula Aku punya 4 rekomendasi plugin WordPress terbaik untuk pemula. Masing-masing plugin ini punya fungsi dan manfaat berbeda. Ada yang bisa dipakai buat bikin form kotak, ada juga yang bisa bantu naikin skor SEO website kamu. Biar lebih jelas yuk, simak 4 rekomendasi plugin WordPress berikut: 1. Plugin WPForms Rekomendasi plugin WordPress yang pertama adalah WPForms. Plugin satu ini gunanya ya buat bikin form, misal form registrasi yang ada kotak-kotaknya. Pemakaiannya juga gampang, kamu cuma perlu drag and  drop aja buat nyusunnya. Menariknya ada banyak template form yang bisa langsung kamu modifikasi sesuai selera, bahkan langsung dipakai juga tetep kece. Template form ini juga otomatis responsif dan bisa menyesuaikan tampilan HP, tablet, juga laptop. Kalau khawatir sama SPAM kamu juga bisa pakai fitur CAPTCHA buat cegah. Kalau form yang mau kamu bikin di tahap bisa bisa banget full gratis, tapi kalau udah mau bikin form yang lebih canggih, baru deh kamu harus pakai yang versi premiun. 2. Plugin Yoast SEO Rekomendasi plugin WordPress selanjutnya adalah Yoast SEO, gunanya buat bantu memunculkan website di halaman utama Google. Plugin satu ini bisa bantu kamu analisis apakah tulisan kamu, atau halaman website kamu udah SEO friendly atau belum. Yoast SEO juga menawarkan fitur sitemap otomatis, jadi kamu nggak perlu ribet susun sendiri. Kekurangannya, kalau yang versi gratis cuma bisa analisis satu keyword aja, jadi ada limit nya. Tapi tenang aja, kalau kamu masih di tahap belajar, maka pakai fitur gratis sudah lebih dari cukup.  Karena fitur gratisnya udah sangat membantu mengenalkan pemula dengan konsep-konsep SEO. 4. Plugin Optin Monster Rekomendasi plugin WordPress yang bagus buat pemula nomor 4 adalah Optin Monster. Plugin satu ini bisa bantu kamu narik pengunjung website jadi pelanggan. Keunggulannya bisa bikin popup, notifikasi, sampai pesan khusus supaya pengunjung website tertarik buat daftar atau beli produk tertentu. Optin Monster juga dilengkapi fitur A/B testing, supaya kamu bisa pilih strategi mana yang lebih efektif.  Seperti biasa, opsi gratisnya puya limit maksimal 500 tampilah per bulan. Kamu bisa kok upgrade ke versi premium buat akses fitur lebih lengkapnya. 5.Plugin Elementor Terakhir ada Elementor. Plugin ini bisa bantu kamu desain website pakai cara paling gampang. Cukup  drag and drop, kamu bisa tuh custom tampilan website sesuai selera. Untuk versi gratis fiturnya memang terbatas, dan cukup berat kalau jarang dioptimalkan. Kabar baiknya, sekalipun fitur gratis terbatas masih bisa membantu pemula belajar dan mengerti cara kustomisasi website lebih lanjut pakai elementor. Intinya plugin tuh kaya aplikasi pelengkap di WordPress, karena dengan adanya plugin website WordPress kamu bisa jadi makin cakep dan menarik. Buat kamu yang masih pemula, paling cocok coba 4 plugin di atas buat latihan. Baru deh, kalau udah makin jago, bisa naikin serwa ke premium.

Scroll to Top