Graphic Design

Jangan Buang Waktu Cari Aset! 5 Tools yang Wajib Dicoba Desainer
Design Graphic

Tools Desain yang Bikin Cari Aset Jadi Lebih Cepat

Pernah lagi semangat bikin desain, tapi malah habis waktu buat cari ikon, font, atau ilustrasi yang cocok? Hal seperti ini cukup sering terjadi, apalagi kalau kamu masih belajar desain dan belum punya kumpulan aset sendiri. Tools desain yang tepat sebenarnya bisa membantu kamu mencari ikon, font, atau ilustrasi dengan lebih cepat, tanpa harus membuka terlalu banyak tab. Padahal, kamu bisa mempercepat proses tersebut dengan memanfaatkan beberapa tools desain grafis. Tool yang tepat bisa membantu kamu menemukan aset tanpa harus meninggalkan aplikasi desain terlalu lama. Jadi, waktu yang biasanya habis buat mencari aset bisa kamu gunakan untuk mengembangkan konsep dan merapikan hasil akhir desain. Kenapa Desainer Perlu Tools Desain untuk Cari Aset? Mencari aset memang terlihat seperti pekerjaan kecil, tetapi prosesnya bisa memakan waktu kalau kamu melakukannya satu per satu. Misalnya, kamu membutuhkan ikon untuk desain aplikasi. Kamu mungkin mulai dari mesin pencari, masuk ke beberapa website, mengunduh file, mengecek format, lalu memasukkannya kembali ke Figma. Kalau harus mengulang proses ini berkali-kali, waktu desain bisa ikut terbuang. Karena itu, tools yang menyediakan aset dalam satu tempat bisa membantu workflow kamu menjadi lebih praktis. Beberapa tools bahkan memungkinkan kamu mencari dan memasukkan aset langsung ke aplikasi desain. Kamu tinggal menentukan kebutuhan, mencari aset yang sesuai, lalu menyesuaikannya dengan desain yang sedang kamu kerjakan. 5 Tools Desain yang Wajib Dicoba Desainer 1. IconScout Kalau kamu sering membutuhkan ikon, ilustrasi, atau aset visual untuk membuat desain lebih menarik, IconScout bisa masuk daftar yang perlu kamu coba. Tool ini menyediakan berbagai aset seperti ikon, ilustrasi vektor, ilustrasi 3D, hingga animasi Lottie. Kamu juga bisa mengakses aset tersebut melalui plugin Figma tanpa harus keluar dari workspace. Kelebihan seperti ini cukup terasa ketika kamu sedang mengerjakan UI atau membuat materi visual untuk kebutuhan marketing. Misalnya, kamu sedang membuat halaman landing page dan membutuhkan ilustrasi untuk bagian hero. Daripada mencari file secara manual, kamu bisa langsung membuka IconScout dari Figma, mencari gaya ilustrasi yang sesuai, lalu memasukkannya ke desain. 2. Icons8 Icons8 cocok buat kamu yang sering membutuhkan banyak jenis aset dalam satu proyek. Di dalamnya tersedia ikon, ilustrasi, foto, dan beberapa aset visual lainnya. Menariknya, plugin Icons8 memungkinkan kamu mencari aset langsung dari Figma sehingga proses pencarian terasa lebih singkat. Kamu juga bisa memilih aset berdasarkan gaya visual yang ingin digunakan. Hal ini cukup membantu ketika kamu ingin menjaga tampilan desain tetap konsisten. Misalnya, kamu sudah menggunakan ikon dengan gaya outline. Saat mencari ikon berikutnya, kamu bisa memilih gaya yang masih satu karakter agar hasil desain tidak terlihat seperti kumpulan aset dari sumber yang berbeda. 3. Iconify Kalau kebutuhanmu lebih banyak berkaitan dengan ikon, Iconify bisa menjadi pilihan yang menarik. Tool ini menggabungkan banyak koleksi ikon sehingga kamu nggak perlu membuka banyak website hanya untuk mencari simbol yang sederhana. Beberapa referensi plugin Figma terbaru juga menempatkan Iconify sebagai salah satu pilihan untuk mencari berbagai koleksi ikon dalam satu tempat. Cara seperti ini berguna ketika kamu sedang membuat interface dan membutuhkan banyak ikon untuk menu, tombol, navigasi, atau fitur tertentu. Namun, jangan asal mengambil semua ikon yang terlihat bagus. Pilih satu keluarga ikon yang punya gaya serupa supaya tampilan desain tetap rapi dan konsisten. Baca juga: 5 Resource Desain Gratis yang Wajib Kamu Simpan 4. Google Fonts Font sering kali menentukan karakter sebuah desain. Sayangnya, mencari font yang cocok bisa menjadi pekerjaan yang cukup lama kalau kamu belum tahu harus mulai dari mana. Google Fonts bisa membantu kamu mengeksplorasi berbagai jenis font untuk kebutuhan desain, mulai dari heading, teks isi, sampai kebutuhan branding. Saat memilih font, jangan cuma melihat apakah bentuknya terlihat menarik. Coba pikirkan juga fungsi dan target audiensnya. Font yang terlihat cocok untuk poster konser belum tentu nyaman digunakan untuk website atau aplikasi. Kamu juga perlu memperhatikan keterbacaan, kombinasi antarfont, dan karakter visual yang ingin kamu bangun. 5. unDraw Kalau kamu sering membuat desain yang membutuhkan ilustrasi sederhana, unDraw bisa membantu mempercepat proses pencarian. Koleksi ilustrasinya menggunakan gaya yang cukup simpel dan bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan desain. Beberapa ilustrasi juga tersedia dalam format SVG sehingga kamu bisa mengedit warna dan elemen tertentu sesuai kebutuhan. Tool seperti ini cocok untuk kamu yang sedang membuat landing page, presentasi, konten edukasi, atau desain media sosial. Kamu nggak harus menggambar ilustrasi dari awal setiap kali membutuhkan visual pendukung. Pilih ilustrasi yang sesuai dengan konsep, sesuaikan warnanya, lalu pastikan tampilannya tetap menyatu dengan keseluruhan desain. Jangan Asal Pakai Aset yang Kamu Temukan Mudah menemukan aset bukan berarti kamu bisa langsung menggunakannya untuk semua kebutuhan. Sebelum memasukkan ikon, foto, font, atau ilustrasi ke proyek, cek dulu aturan penggunaannya. Beberapa aset gratis tetap meminta atribusi, sementara aset tertentu hanya boleh kamu gunakan untuk kebutuhan tertentu. Misalnya, Icons8 memberikan akses gratis pada sejumlah aset dengan ketentuan tertentu, termasuk kebutuhan mencantumkan kredit untuk penggunaan gratis. Kebiasaan mengecek lisensi juga penting kalau kamu ingin membawa desain ke proyek profesional. Jangan sampai desain sudah selesai dan siap dipublikasikan, tetapi kamu baru sadar bahwa aset yang digunakan memiliki batasan penggunaan. Luangkan sedikit waktu untuk membaca ketentuannya sebelum memasukkan aset ke proyek. Baca juga: Portofolio Desain yang Dilirik Klien: Bukan Cuma Kumpulan Karya Pilih Tools Desain Sesuai Kebutuhanmu Kamu nggak harus langsung menggunakan semua tools di atas. Kalau kamu sering mencari ikon, coba mulai dari Iconify atau Icons8. Kalau proyekmu banyak menggunakan ilustrasi, IconScout dan unDraw bisa membantu. Sementara itu, Google Fonts bisa kamu jadikan pilihan ketika kebutuhanmu lebih banyak berkaitan dengan tipografi. Yang paling penting, pilih tools yang benar-benar mempercepat workflow kamu. Jangan sampai terlalu banyak memasang plugin atau membuka terlalu banyak website justru membuat proses desain semakin ribet. Setelah menemukan beberapa tools yang cocok, kamu bisa mulai membangun kumpulan aset dan workflow sendiri supaya proses mencari bahan desain terasa jauh lebih cepat.

5 Resource Desain Gratis yang Wajib Kamu Simpan
Design Graphic

5 Resource Desain Gratis yang Wajib Kamu Simpan

Saat mulai belajar desain, banyak orang langsung mencari gambar, font, atau ikon lewat mesin pencarian. Sayangnya, tidak sedikit yang asal mengunduh lalu menggunakannya begitu saja tanpa mengecek izin penggunaannya. Padahal, setiap aset visual memiliki aturan hak cipta yang berbeda. Kalau kamu ingin membuat desain yang lebih profesional, biasakan menggunakan resource desain gratis yang memang menyediakan aset secara legal. Kabar baiknya, sekarang sudah banyak website yang menyediakan font, gambar, ikon, hingga ilustrasi berkualitas tanpa biaya. Kamu juga tidak perlu menghabiskan waktu mencari satu per satu karena banyak desainer profesional memakai website yang sama setiap hari. Nah, kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana, lima resource berikut wajib masuk ke daftar favoritmu. 1. Google Fonts: Resource Desain Gratis untuk Font Kalau kamu sering mencari font untuk kebutuhan desain, mulai saja dari Google Fonts. Website ini menyediakan ratusan pilihan font yang bisa kamu gunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari desain poster, media sosial, website, hingga aplikasi. Banyak desainer juga memilih Google Fonts karena tampilannya sederhana dan proses pencarian font terasa sangat mudah. Selain menyediakan banyak pilihan, Google Fonts juga memudahkanmu melihat kombinasi antarfont sebelum mengunduhnya. Kamu bisa mencoba berbagai ukuran, ketebalan, atau gaya tulisan secara langsung. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengunduh puluhan font hanya untuk menemukan pasangan yang cocok. 2. Unsplash untuk Foto Berkualitas Tinggi Kalau desainmu membutuhkan foto yang terlihat profesional, Unsplash bisa menjadi pilihan pertama. Ribuan fotografer dari berbagai negara membagikan hasil karya mereka melalui platform ini sehingga kamu bisa menemukan banyak foto berkualitas tinggi dengan mudah. Mulai dari pemandangan, teknologi, makanan, hingga aktivitas sehari-hari, semuanya tersedia dalam berbagai gaya. Sebelum memilih gambar, pastikan kamu benar-benar menyesuaikannya dengan pesan yang ingin kamu sampaikan. Jangan hanya memilih foto karena terlihat menarik. Foto yang relevan akan membantu desainmu terasa lebih kuat dan membuat audiens lebih mudah memahami isi visual yang kamu buat. 3. Pexels untuk Foto dan Video Gratis Selain Unsplash, kamu juga bisa mengandalkan Pexels. Platform ini menyediakan koleksi foto sekaligus video yang bisa kamu gunakan untuk berbagai kebutuhan desain maupun konten media sosial. Banyak content creator, graphic designer, sampai UI designer memanfaatkan Pexels karena proses pencariannya cepat dan pilihan asetnya terus bertambah. Gunakan kata kunci yang spesifik saat mencari aset di Pexels agar hasil pencarian lebih relevan. Misalnya, daripada hanya mengetik “office”, kamu bisa mencoba kata kunci seperti “modern office” atau “creative workspace“. Cara sederhana ini akan membantumu menemukan aset yang lebih sesuai dengan konsep desain. Baca juga: Portofolio Desain yang Dilirik Klien: Bukan Cuma Kumpulan Karya 4. Font Awesome: Resource Desain Gratis untuk Ikon Ikon sering membantu pengguna memahami informasi dengan lebih cepat. Karena itu, banyak aplikasi dan website menggunakan ikon untuk memperjelas navigasi atau menampilkan fitur tertentu. Kalau kamu membutuhkan ikon yang rapi dan konsisten, Font Awesome menjadi salah satu pilihan yang layak dicoba. Platform ini menyediakan ribuan ikon dengan berbagai kategori yang mudah dicari. Kamu juga bisa menyesuaikan ukuran, warna, atau gaya ikon sesuai kebutuhan desain. Dengan memakai ikon yang konsisten, tampilan desainmu akan terlihat lebih profesional dan mudah dipahami oleh pengguna. 5. unDraw untuk Ilustrasi Modern Belakangan ini, banyak desain menggunakan ilustrasi bergaya sederhana untuk membuat tampilan terasa lebih ramah. Kalau kamu ingin menggunakan ilustrasi seperti itu, cobalah membuka unDraw. Platform ini menyediakan banyak ilustrasi bertema teknologi, bisnis, pendidikan, hingga pekerjaan yang bisa langsung kamu gunakan. Salah satu kelebihan unDraw adalah kemampuannya mengubah warna ilustrasi sesuai identitas visual yang kamu gunakan. Jadi, kamu tidak perlu mengedit ulang setiap ilustrasi secara manual. Fitur sederhana ini bisa menghemat banyak waktu, terutama saat kamu mengerjakan beberapa desain sekaligus. Gunakan Resource dengan Bijak Meskipun semua website di atas menyediakan resource desain gratis, kamu tetap perlu membaca aturan penggunaan yang mereka berikan. Beberapa aset memang bisa langsung kamu gunakan untuk kebutuhan pribadi maupun komersial, tetapi sebagian lainnya tetap memiliki ketentuan tertentu. Biasakan mengecek lisensi sebelum mengunduh agar kamu tidak mengalami masalah hak cipta di kemudian hari. Semakin sering kamu menggunakan resource desain gratis yang legal, semakin mudah juga kamu membangun kebiasaan bekerja secara profesional sejak awal. Kebiasaan sederhana seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi banyak perusahaan justru menghargai desainer yang memahami etika penggunaan aset visual dan menghormati karya kreator lain.

Desain Menarik Punya 5 Tanda Ini, Sudah Ada di Karyamu
Design Graphic

Desain Menarik Punya 5 Tanda Ini, Sudah Ada di Karyamu?

Desain menarik sering menjadi tujuan hampir semua orang yang baru belajar desain grafis. Saat melihat karya desainer lain, mungkin kamu pernah berpikir, “Kenapa desain mereka terlihat enak dilihat, ya?” Padahal kalau kamu perhatikan sekilas, mereka tidak selalu menggunakan elemen yang rumit. Justru banyak desain menarik yang terlihat sederhana, tetapi tetap berhasil membuat orang betah melihatnya. Menariknya lagi, desain menarik tidak selalu bergantung pada kemampuan menggambar atau menggunakan efek yang kompleks. Banyak pemula menghabiskan waktu berjam-jam mencari font, warna, atau elemen dekorasi, tetapi hasil akhirnya tetap terasa kurang pas. Biasanya jumlah elemen bukan menjadi masalah utama. Justru cara kamu menyusun dan menggabungkan semua elemen dalam satu desain yang paling menentukan hasil akhirnya. Kalau kamu pernah merasa desainmu “lumayan bagus” tetapi masih terasa kurang profesional, bisa jadi ada beberapa hal penting yang terlewat. Nah, sebelum menambah efek baru atau mengganti font lagi untuk kesekian kalinya, coba cek dulu lima tanda berikut. Siapa tahu desainmu sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Desain Menarik Punya Fokus yang Jelas Saat pertama kali melihat sebuah desain, mata biasanya langsung mencari informasi yang paling penting. Karena itu, desain menarik hampir selalu memiliki fokus yang jelas. Audiens bisa langsung tahu bagian mana yang harus mereka lihat terlebih dahulu tanpa perlu menebak-nebak. Karena hal itulah, audiens bisa merasa nyaman saat melihat desainmu meskipun hanya dalam beberapa detik. Coba lihat poster, banner, atau konten media sosial yang menurutmu menarik. Kemungkinan besar desain tersebut memiliki satu elemen utama yang langsung mencuri perhatian. Bisa berupa judul, gambar, angka, atau tombol tertentu. Ketika fokus utama sudah jelas, audiens akan lebih mudah memahami pesan yang ingin kamu sampaikan. Tidak Terlalu Ramai dan Membingungkan Banyak pemula mengira desain yang bagus harus penuh warna, ikon, ilustrasi, dan berbagai elemen tambahan. Padahal kenyataannya, terlalu banyak elemen justru sering membuat desain terlihat berantakan. Audiens jadi kesulitan menentukan informasi mana yang paling penting karena semuanya terlihat ingin menonjol secara bersamaan. Desain menarik biasanya memberikan ruang bernapas bagi mata. Desainer memilih elemen yang benar-benar dibutuhkan lalu menghapus bagian yang tidak mendukung tujuan desain. Langkah ini membuat tampilan menjadi lebih rapi dan membantu audiens memahami pesan utama dengan lebih cepat. Hierarki Visual yang Mudah Diikuti Pernah melihat desain yang membuat matamu bergerak secara otomatis dari judul ke gambar lalu ke informasi lainnya? Itulah salah satu contoh penggunaan visual hierarchy yang baik. Desainer mengatur ukuran, warna, posisi, dan jarak setiap elemen untuk mengarahkan audiens mengikuti alur informasi yang mereka susun sejak awal. Desain menarik hampir selalu memiliki hierarki visual yang jelas. Judul biasanya tampil lebih menonjol daripada isi, sementara informasi pendukung hadir dengan ukuran yang lebih kecil. Dengan cara ini, audiens bisa memahami isi desain lebih cepat tanpa harus membaca semuanya secara acak. Baca juga: Basic Graphic Design untuk Pemula Desain Menarik Memiliki Konsistensi Salah satu ciri desain yang terlihat profesional adalah konsistensi. Mulai dari warna, ukuran teks, gaya ikon, hingga tata letak, semuanya terlihat selaras dan saling mendukung. Ketika sebuah desain menggunakan terlalu banyak gaya yang berbeda, tampilannya sering terasa membingungkan meskipun setiap elemennya sebenarnya bagus. Karena itu, banyak desainer profesional menetapkan aturan sederhana sebelum mulai mendesain. Mereka menentukan warna utama, memilih beberapa jenis font, lalu menggunakannya secara konsisten di seluruh desain. Cara sederhana ini sering memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada menambahkan banyak elemen baru. Audiens Langsung Memahami Pesan Utamanya Pada akhirnya, tujuan desain bukan hanya membuat sesuatu terlihat indah. Desain juga berfungsi sebagai alat komunikasi. Karena itu, desain menarik selalu membantu audiens memahami informasi dengan cepat tanpa membuat mereka berpikir terlalu keras. Semakin cepat audiens memahami pesan yang kamu sampaikan, semakin efektif pula desain tersebut. Coba tanyakan satu hal sederhana setelah menyelesaikan desain. Kalau seseorang hanya melihat desainmu selama beberapa detik, apakah mereka langsung memahami pesan utamanya? Kalau jawabannya iya, berarti kamu sudah melakukan pekerjaan yang baik. Sebaliknya, kalau audiens masih harus mencari-cari informasi penting, mungkin ada beberapa bagian yang perlu kamu perbaiki. Jadi, Apakah Desainmu Sudah Menarik? Kalau setelah membaca lima tanda di atas kamu merasa beberapa poin sudah ada di desainmu, itu kabar yang bagus. Artinya kamu sudah memahami beberapa prinsip penting yang sering desainer profesional gunakan dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Namun kalau masih ada beberapa bagian yang belum terpenuhi, tidak perlu khawatir karena kemampuan desain memang berkembang melalui proses latihan yang konsisten. Daripada terus fokus mencari font baru atau mengikuti tren desain terbaru, cobalah mulai memperhatikan bagaimana audiens berinteraksi dengan karya yang kamu buat. Desain menarik biasanya lahir dari keputusan-keputusan kecil yang tepat, bukan dari banyaknya efek atau elemen yang digunakan. Semakin sering kamu melatih cara berpikir seperti ini, semakin mudah juga kamu menciptakan desain yang tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga benar-benar efektif.

Scroll to Top