Pernah lagi semangat bikin desain, tapi malah habis waktu buat cari ikon, font, atau ilustrasi yang cocok? Hal seperti ini cukup sering terjadi, apalagi kalau kamu masih belajar desain dan belum punya kumpulan aset sendiri. Tools desain yang tepat sebenarnya bisa membantu kamu mencari ikon, font, atau ilustrasi dengan lebih cepat, tanpa harus membuka terlalu banyak tab.
Padahal, kamu bisa mempercepat proses tersebut dengan memanfaatkan beberapa tools desain grafis. Tool yang tepat bisa membantu kamu menemukan aset tanpa harus meninggalkan aplikasi desain terlalu lama. Jadi, waktu yang biasanya habis buat mencari aset bisa kamu gunakan untuk mengembangkan konsep dan merapikan hasil akhir desain.
Kenapa Desainer Perlu Tools Desain untuk Cari Aset?
Mencari aset memang terlihat seperti pekerjaan kecil, tetapi prosesnya bisa memakan waktu kalau kamu melakukannya satu per satu. Misalnya, kamu membutuhkan ikon untuk desain aplikasi. Kamu mungkin mulai dari mesin pencari, masuk ke beberapa website, mengunduh file, mengecek format, lalu memasukkannya kembali ke Figma. Kalau harus mengulang proses ini berkali-kali, waktu desain bisa ikut terbuang.
Karena itu, tools yang menyediakan aset dalam satu tempat bisa membantu workflow kamu menjadi lebih praktis. Beberapa tools bahkan memungkinkan kamu mencari dan memasukkan aset langsung ke aplikasi desain. Kamu tinggal menentukan kebutuhan, mencari aset yang sesuai, lalu menyesuaikannya dengan desain yang sedang kamu kerjakan.
5 Tools Desain yang Wajib Dicoba Desainer
1. IconScout
Kalau kamu sering membutuhkan ikon, ilustrasi, atau aset visual untuk membuat desain lebih menarik, IconScout bisa masuk daftar yang perlu kamu coba. Tool ini menyediakan berbagai aset seperti ikon, ilustrasi vektor, ilustrasi 3D, hingga animasi Lottie. Kamu juga bisa mengakses aset tersebut melalui plugin Figma tanpa harus keluar dari workspace.
Kelebihan seperti ini cukup terasa ketika kamu sedang mengerjakan UI atau membuat materi visual untuk kebutuhan marketing. Misalnya, kamu sedang membuat halaman landing page dan membutuhkan ilustrasi untuk bagian hero. Daripada mencari file secara manual, kamu bisa langsung membuka IconScout dari Figma, mencari gaya ilustrasi yang sesuai, lalu memasukkannya ke desain.
2. Icons8
Icons8 cocok buat kamu yang sering membutuhkan banyak jenis aset dalam satu proyek. Di dalamnya tersedia ikon, ilustrasi, foto, dan beberapa aset visual lainnya. Menariknya, plugin Icons8 memungkinkan kamu mencari aset langsung dari Figma sehingga proses pencarian terasa lebih singkat.
Kamu juga bisa memilih aset berdasarkan gaya visual yang ingin digunakan. Hal ini cukup membantu ketika kamu ingin menjaga tampilan desain tetap konsisten. Misalnya, kamu sudah menggunakan ikon dengan gaya outline. Saat mencari ikon berikutnya, kamu bisa memilih gaya yang masih satu karakter agar hasil desain tidak terlihat seperti kumpulan aset dari sumber yang berbeda.
3. Iconify
Kalau kebutuhanmu lebih banyak berkaitan dengan ikon, Iconify bisa menjadi pilihan yang menarik. Tool ini menggabungkan banyak koleksi ikon sehingga kamu nggak perlu membuka banyak website hanya untuk mencari simbol yang sederhana. Beberapa referensi plugin Figma terbaru juga menempatkan Iconify sebagai salah satu pilihan untuk mencari berbagai koleksi ikon dalam satu tempat.
Cara seperti ini berguna ketika kamu sedang membuat interface dan membutuhkan banyak ikon untuk menu, tombol, navigasi, atau fitur tertentu. Namun, jangan asal mengambil semua ikon yang terlihat bagus. Pilih satu keluarga ikon yang punya gaya serupa supaya tampilan desain tetap rapi dan konsisten.
Baca juga: 5 Resource Desain Gratis yang Wajib Kamu Simpan
4. Google Fonts
Font sering kali menentukan karakter sebuah desain. Sayangnya, mencari font yang cocok bisa menjadi pekerjaan yang cukup lama kalau kamu belum tahu harus mulai dari mana. Google Fonts bisa membantu kamu mengeksplorasi berbagai jenis font untuk kebutuhan desain, mulai dari heading, teks isi, sampai kebutuhan branding.
Saat memilih font, jangan cuma melihat apakah bentuknya terlihat menarik. Coba pikirkan juga fungsi dan target audiensnya. Font yang terlihat cocok untuk poster konser belum tentu nyaman digunakan untuk website atau aplikasi. Kamu juga perlu memperhatikan keterbacaan, kombinasi antarfont, dan karakter visual yang ingin kamu bangun.
5. unDraw
Kalau kamu sering membuat desain yang membutuhkan ilustrasi sederhana, unDraw bisa membantu mempercepat proses pencarian. Koleksi ilustrasinya menggunakan gaya yang cukup simpel dan bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan desain. Beberapa ilustrasi juga tersedia dalam format SVG sehingga kamu bisa mengedit warna dan elemen tertentu sesuai kebutuhan.
Tool seperti ini cocok untuk kamu yang sedang membuat landing page, presentasi, konten edukasi, atau desain media sosial. Kamu nggak harus menggambar ilustrasi dari awal setiap kali membutuhkan visual pendukung. Pilih ilustrasi yang sesuai dengan konsep, sesuaikan warnanya, lalu pastikan tampilannya tetap menyatu dengan keseluruhan desain.
Jangan Asal Pakai Aset yang Kamu Temukan
Mudah menemukan aset bukan berarti kamu bisa langsung menggunakannya untuk semua kebutuhan. Sebelum memasukkan ikon, foto, font, atau ilustrasi ke proyek, cek dulu aturan penggunaannya. Beberapa aset gratis tetap meminta atribusi, sementara aset tertentu hanya boleh kamu gunakan untuk kebutuhan tertentu. Misalnya, Icons8 memberikan akses gratis pada sejumlah aset dengan ketentuan tertentu, termasuk kebutuhan mencantumkan kredit untuk penggunaan gratis.
Kebiasaan mengecek lisensi juga penting kalau kamu ingin membawa desain ke proyek profesional. Jangan sampai desain sudah selesai dan siap dipublikasikan, tetapi kamu baru sadar bahwa aset yang digunakan memiliki batasan penggunaan. Luangkan sedikit waktu untuk membaca ketentuannya sebelum memasukkan aset ke proyek.
Baca juga: Portofolio Desain yang Dilirik Klien: Bukan Cuma Kumpulan Karya
Pilih Tools Desain Sesuai Kebutuhanmu
Kamu nggak harus langsung menggunakan semua tools di atas. Kalau kamu sering mencari ikon, coba mulai dari Iconify atau Icons8. Kalau proyekmu banyak menggunakan ilustrasi, IconScout dan unDraw bisa membantu. Sementara itu, Google Fonts bisa kamu jadikan pilihan ketika kebutuhanmu lebih banyak berkaitan dengan tipografi.
Yang paling penting, pilih tools yang benar-benar mempercepat workflow kamu. Jangan sampai terlalu banyak memasang plugin atau membuka terlalu banyak website justru membuat proses desain semakin ribet. Setelah menemukan beberapa tools yang cocok, kamu bisa mulai membangun kumpulan aset dan workflow sendiri supaya proses mencari bahan desain terasa jauh lebih cepat.