Setelah memahami cara berpikir seorang coder, saatnya kita berkenalan dengan bahasa yang akan kita gunakan: Python. Sama seperti bahasa manusia, Python juga memiliki “tata bahasa” atau aturan penulisan yang disebut syntax. Mengikuti syntax adalah wajib agar perintah kita bisa dimengerti oleh komputer.
Artikel ini akan membahas komponen dan aturan dasar yang perlu Anda ketahui untuk mulai menulis kode Python pertama Anda.
4 Aturan Syntax Utama di Python
Ada empat aturan dasar yang harus selalu Anda ingat saat menulis kode Python.
- Case Sensitivity: Python sangat sensitif terhadap huruf besar dan kecil. Artinya, variabel
nama,Nama, danNAMAdianggap sebagai tiga variabel yang täysin berbeda. - Indentasi (Indentation): Ini adalah aturan paling unik dan penting di Python. Indentasi adalah spasi di awal baris yang digunakan untuk menandai sebuah blok kode (misalnya, kode di dalam sebuah
if). Aturan umumnya adalah menggunakan 4 spasi untuk setiap level indentasi. - Komentar (Comments): Anda bisa menulis catatan untuk diri sendiri atau programmer lain menggunakan tanda pagar (
#). Teks apa pun setelah tanda#dalam satu baris akan diabaikan oleh komputer. - Penamaan Variabel & Keywords: Ada aturan dalam memberi nama variabel, seperti tidak boleh diawali angka dan tidak boleh menggunakan tanda strip (-). Selain itu, ada kata-kata khusus (keywords) seperti
ifyang sudah memiliki makna dan tidak boleh digunakan sebagai nama variabel.
Blok Bangunan Kode: Variabel dan Tipe Data
Fondasi dari setiap program adalah data. Untuk mengelola data, kita menggunakan variabel.
Variabel: Anggap saja variabel sebagai sebuah kotak penyimpanan data. Setiap “kotak” memiliki label (nama variabel) dan isi (nilai). Sintaks untuk membuatnya sangat sederhana: nama_variabel = nilai.
Tanda = di sini berarti menyimpan nilai di sebelah kanan ke dalam variabel di sebelah kiri. Menggunakan variabel membuat kode lebih jelas dan mudah dikelola dibandingkan menulis nilainya secara langsung.
Tipe Data Dasar: Hebatnya, Python otomatis mengenali tipe data yang kita simpan. Berikut adalah tipe data yang paling umum:
- String: Merepresentasikan teks dan harus diapit tanda kutip (
"atau'). Contoh:nama = "Alice". - Integer: Merepresentasikan bilangan bulat. Contoh:
jumlah_item = 10. - Float: Merepresentasikan bilangan desimal. Contoh:
harga = 19.99. - Boolean: Merepresentasikan nilai kebenaran, yaitu hanya True atau False.
Membuat Program Berbicara: Input & Output
Agar program kita bisa berinteraksi, kita memerlukan mekanisme input dan output.
- Output (
print()): Untuk menampilkan informasi atau hasil ke layar pengguna, kita menggunakan fungsiprint(). - Input (
input()): Untuk meminta dan menerima data dari pengguna, kita menggunakan fungsiinput().
Logika Percabangan: if, elif, else
Program yang baik bisa membuat keputusan. Di Python, kita menggunakan struktur percabangan untuk ini.
if(Jika): Ini adalah rencana utama atau kondisi pertama yang akan dicek. “Jika ada Pizza, saya pesan”.elif(Jika Tidak, Maka Jika): Ini adalah rencana cadangan yang akan dicek jika kondisiiftidak terpenuhi. “Jika tidak ada Pizza, coba cek Burger”.else(Jika Tidak Semua): Ini adalah pilihan terakhir yang akan dijalankan jika tidak ada satu pun kondisiifatauelifyang terpenuhi.
Dengan memahami aturan syntax, variabel, I/O, dan percabangan, Anda sudah siap untuk mulai menulis program Python sederhana yang fungsional dan interaktif. Selamat belajar!
4 komentar untuk “7 Bahasa Pemrograman Paling Dicari di 2026, Kamu Harus Mulai dari Mana?”
Hey very interesting blog!
Materi singkat padat dan jelas, semoga bermafaat
I couldn’t resist commenting. Exceptionally well written!
mantap